Kabaharkam Polri Beberkan Penangkapan Terduga Perakit Bom Ikan di Bangkalan

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto meninjau Gudang milik PT. DTMK di Jalan Margo Mulyo Permai, Surabaya, yang menyimpan potasium chlorate sebanyak 9.350 kilogram dan sodium perchlorate sebanyak 4.625 kilogram.

Surabaya – Tim gabungan dari  Ditpolairud Polda Jatim dan Korpolairud Baharkam Polri, pada Rabu (23/12) siang pekan lalu melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap terduga pelaku tindak pidana penyimpangan dan perakitan bahan peledak (bom ikan) di Jalan Raya Bilaporah, Desa Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur.

Pelaku MB (43) diamankan adalah warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dari penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan ini, mengamankan barang bukti berupa bahan baku bom ikan dengan jenis potassium chlorate (KCL03) sebanyak 2.400 Kilogram.

Hasil dari penangkapan itu, tim gabungan kembali melakukan pengembangan dan mengamankan kembali barang bukti berupa, potasium chlorate sebanyak 9.350 kilogram dan sodium perchlorate sebanyak 4.625 kilogram, yang ada di Gudang milik PT. DTMK yang berada di Jalan Margo Mulyo Permai, Surabaya.

Selain ditemukan bahan baku bom ikan, juga ditemukan seperangkat alat hisap sabu berikut narkoba jenis sabu dengan berat 0,23 gram.

“Memang benar tim gabungan dari Ditpolairud Polda Jatim dan Korpolairud Baharkam Polri. Telah mengamankan satu orang terduga perakit bahan peledak (bom ikan) di Bangkalan Madura,” kata Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, saat meninjau lokasi Senin (28/12/2020).

“Selain mengamankan barang bukti bahan membuat bom ikan, petugas juga mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu milik tersangka,” tambahnya.

Modusnya tersangka ini mendapatkan pesanan dari warga Makassar, Sulawesi Selatan. Potasium chlorate itu dijual tersangka dengan harga Rp35.000/kg, selain itu sumbu detonator dijual dengan harga Rp20.000/pcs

Diketahui bahwa tersangka sudah menekuni bisnis jual beli potasium chlorate selama 2 tahun sejak tahun 2018.

Untuk merakit bahan peledak ini, tersangka menggunakan botol air mineral yang diisi dengan potasium chlorate yang dicampur belerang dan arang. Sedangkan untuk pembakarannya, botol air mineral yang sudah diisi potasium chlorate diberi sumbu/detonator yang nantinya dapat menghasilkan ledakan.

Sementara itu untuk mengelabui petugas, tersangka memalsukan surat jalan dan untuk isi dari masing-masing karung bertuliskan sodium carbonat. Padahal isi dari karung tersebut adalah potasium chlorate.

“Tersangka ini pintar untuk kelabuhi petugas dia memalsukan surat jalan. Dan isi dari karung itu dirubah oleh tersangka,” paparnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951, tentang Bahan Peledak dan atau Pasal 122, Undang-Undang No 22 tahun 2019, tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dan Pasal 127 Ayat (1) Undang-Undang RI No 35 tahun 2009, tentang Narkotika Jo Pasal 55,56 KUHP Pidana.

Setiap orang yang mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar dan atau tidak berlebel sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar, dan atau setiap penyalagunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana 4 tahun penjara. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *