APPSINDO Puji Sikap Presiden Joko Widodo Bangkitkan UMKM di Era Pandemi Covid-19

Ketua Umum APPSINDO, H. Hasan Basri .

Jakarta – Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) memuji sikap dan upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sangat peduli dan mengedepankan kebangkitan para pelaku UMKM di era pandemi Covid-19.

Presiden sangat percaya dalam kondisi apapun pergerakan ekonomi tetap berada di pelaku UMKM. Bahkan, saat terjadi krisis nasional, para pelaku UMKM-lah yang jadi benteng terakhir ketahanan ekonomi Republik ini.

“Cuma sayangnya, kepedulian Presiden Jokowi yang tinggi terhadap para pelaku UMKM tidak selara diikuti para bawahannya. Baik dari para menteri sebagai pembantu presiden sampai ke sistem dunia perbankan negeri ini terlihat sekali kurang supportnya,” kata Ketua Umum APPSINDO, H. Hasan Basri dalam keterangan tertulisnya yang diterima topikonline.co.id, Senin, (28/12).

Dikatakannya, APPSINDO sekarang sangat mengecam reaksi dan cara pandang Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Sebagai Menteri UMKM, terus Hasan Basri, Teten Masduki terlihat seperti enggan  memperjuangkan hak-hak UMKM. Para pelaku UMKM tidak pernah diikutsertakan dalam pengadaan bansos Covid-19 yang sejatinya merupakan hak dari UMKM seperti pengadaan masker dan pengadaan goodie bag.

“Pada akhirnya rencana dan harapan Presiden Joko Widodo untuk mengedepankan pelaku UMKM dalam proses pemulihan ekonomi jadi gagal. UMKM tersendat ekonomi jadi makin terpuruk,” sergahnya.

Dunia perbankan juga bersikap 11-12 dengan Menteri Teten. Hasan Basri bilang, meski Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warijiyo sudah menyetujui instansinya menggelontorkan tambahan modal Rp700 triliun dan keringanan bunga 3,75 % ke perbankan, namun fakta pelaku perbankan tetap masih mematok bunga kredit tinggi ke masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

“Bisa gila, sebenarnya jika mengupas hal ini. Kebijakan Presiden dan Gubernur BI secara terang-terangan dihambat oleh para pelaksana bawahannya. Pak Jokowi dan  Gubernur BI berharap agar pemberian kredit kepada pelaku UMKM segera bisa menumbuhkan  dan memulihkan perekonomian nasional. Tapi realisasinya malah nol besar ke UMKM,” keluh Hasan Basri.

“Kami sangat  kesal dengan perilaku pimpinan-pimpinan bank nasional yang tidak patuh kepada  kebijakan BI yang notabene adalah program Presiden. Padahal langkah Presiden dan kebijakan  BI untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 sudah tepat, strategis, dan sangat mendesak direalisasikan” semburnya melanjutkan pernyataan.

Dikatakan, pasca-ditangkapnya Menteri Sosial, Juliari Batubara akibat kasus korupsi pengadaan produk bansos, kini jadi semakin benderang bahwa di situasi sulit pandemi Covid-19 pun pembagian ‘kue’ masih didominasi pengusaha besar. Para pelaku UMKM yang notabene adalah benteng terakhir ketahanan ekonomi nasional tetap dipinggirkan dengan berbagai dalih kebijakan.

“Oleh sebab itu APPSINDO mendesak KPK, kejaksaan, dan kepolisian untuk lebih pro aktif melakukan investigasi  penyelidikan pengadaan bansos dan penyaluran kredit perbankan. Soalnya kami khawatir tambahan modal Rp700 triliun yang digelontorkan BI ke perbankan bisa jadi kasus BLBI jilid II kalau kurang pengawasan,” seru Hasan Basri.

“Dan APPSINDO juga akan jadi garda terdepan untuk mendukung penegakan hukum dengan keras sebagai efek jera buat para pelaku perbankan yang coba ‘bermain’,” sambungnya menegaskan pernyataan. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *