Peristiwa Cek Fisik Vespa Ketua PWI Kabupaten Tangerang Dipelintir, Samsat Cikokol Klarifikasi

Lokasi pelayanan cek fisik kendaraan bermotor di Samsat Cikokol, Kota Tangerang, Banten.

Tangerang – Kabar pelayanan cek fisik yang kurang sedap dari petugas Samsat Cikokol, Kota Tangerang, Banten, terhadap Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudi, pada Selasa, (22/12) pagi, rupanya sudah dipelintir dan ‘digoreng’ sejumlah media massa lokal Tangerang.

Kepada topikonline.co.id, Kanit Samsat Cikokol, AKP Miken Fendriyati, Kamis, (24/12), menyatakan hal itu dan mengklarifikasi kronologi peristiwa sebenarnya berdasarkan hasil penyelidikan dan konfirmasi para pihak terkait.

Diceritakan Miken, berdasarkan data dan info yang diterimanya Sangki datang ke Samsat Cikokol pada Selasa, (22/12) sekitar pukul 11.00 WIB, bukan pukul 08.00 WIB seperti pemberitaan di media massa.

Saat itu, kata Niken, kondisi suasana pelayanan cek fisik tengah padat karena sudah  mendekati detik-detik akhir program pemutihan denda. Sementara petugas cek fisik yang bertugas ketika itu cuma dua orang yakni Hasanuddin dan Raffli.

Raffli adalah nama petugas yang diberitakan media sebagai oknum petugas yang tidak profesional melayani masyarakat dengan menyuruh Sangki menggesek sendiri nomor rangka dan nomor mesin vespanya.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata Sangki berteman baik dengan Hasanuddin dan Raffli. Dan Sangki juga ternyata berkantor di sebelah gedung Samsat Cikokol,” ujar Miken.

“Ya, namanya teman baik, secara logika komunikasi yang terjalin pastinya juga sudah sangat lepas. Dan ketika kita konfirmasi ke Sangki terkait pemberitaan di media massa lokal, ternyata dia bukan disuruh menggesek sendiri nomor rangka dan nomor mesin vespanya. Dia hanya disuruh Raffli membersihkan bekas oli dan bekas cat yang menempel di vespanya,” sambungnya lagi.

Dikatakan, maksud dan tujuan Raffli menyuruh Sangki setelah dikonfirmasi tak lain agar dia tak menunggu lama untuk melakukan cek fisik. Apalagi ketika itu volume pemohon wajib pajak yang datang sedang membludak.

“Dari pengakuannya saat dikonfirmasi, Raffli bilang dia berani menyuruh Sangki karena sudah saling mengenal baik. Dan yang melakukan proses gesek ketika itu juga bukan Sangki tapi Hasanuddin, rekan Raffli yang pada hari itu juga sedang bertugas,” Miken mengungkapkan.

Yang kemudian jadi sedikit persoalan dan ‘digoreng’ sekaligus dipelintir media massa lokal, sambung Miken, karena Raffli berdasarkan pengakuan Sangki, menyuruhnya dengan ekspresi wajah tak enak dilihat alias jutek.

“Peristiwa real yang terjadi cuma itu setelah kita selidiki dan konfirmasi ke para pihak terkait. Namun media massa lokal ‘menggoreng’ dan memelintir informasi tersebut untuk membangun kesan under estimate terhadap kualitas layanan cek fisik Samsat Cikokol ke pemohon,” ujar Miken.

“Dan ujung dari pemberitaan ini nanti sangat patut diduga akan mengarah pada image building kualitas tanggung jawab kepemimpinan saya yang minus. Enggak ajib dan cemen terhadap jajaran,” sambungnya lagi.

BACA JUGA:

Pun begitu, terus Miken, terlepas dari berbedanya peristiwa yang terjadi dengan pemberitaan media massa, dirinya tetap memberi punishment ke Raffli dengan menyuruhnya membuat surat pernyataan permohonan maaf dan tak kan mengulangi lagi perbuatannya.

Selain itu, Raffli juga dirumahkan selama sepekan dan dikenakan pemotongan insentif kinerja.

“Saya juga memberi penekanan dan penegasan secara lisan bahwa sebagai petugas dia harus memberikan pelayanan prima tanpa pandang bulu ke pemohon wajib pajak, termasuk ke keluarga dan sahabat karibnya,” tegas Miken sembari menambahkan pihaknya kini juga sudah membuat  kontak layanan pengaduan Samsat Cikokol melalui beberapa media sosial dan akan mencetaknya dalam bentuk standing banner, spanduk dan stiker untuk dipasang dan ditempel di setiap loket pelayanan. bem

 

 

 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *