Diintervensi Wakil Rakyat, Berkas Bos Diler Nissan Tetap P21 dan Minta Kejaksaan Segera Tahan

  • Whatsapp
Tersangka pemilik diler mobil Nissan, Kenny Kusuma (paling kanan).

Jakarta – Penyelesaian berkas penyidikan tersangka Kenny Kusuma, direktur utama dan pemilik PT Jayatama Kencana Motor rupanya sempat mendapat intervensi dari salah satu oknum anggota Komisi III DPR RI.

Si oknum berupaya menggagalkan kelengkapan berkas naik ke P21 agar tak bisa dilanjutkan ke penuntutan kejaksaan.

Pun begitu, upaya tersebut sudah gagal dan berkas penyidikan tersangka Kenny Kusuma kini sudah P21dan memenuhi unsur untuk naik ke tahap berkas penuntutan.

“Upaya tersebut diketahui oleh pihak pelapor dan kami lanjutkan dengan membuat surat aduan ke Jamwas dan Jampidum Kejagung agar kasus ini bisa terus berjalan sesuai koridor hukum ” kata Wakil Ketua LQ Indonesia Lawfirm, Priyono Adi Nugroho kepada awak media, Rabu, (23/12).

“Dan ternyata surat kami disambut positif di mana perkara diekspos dan digelar petinggi Kejagung dan dinyatakan memenuhi unsur (fulltoide) P21,” sambungnya.

Dikatakannya, upaya menggagalkan berkas penyidikan naik P21 diketahui saat oknum wakil rakyat itu mendatangi Kejari Tangerang Selatan dan meminta berkas penyidikan hanya P19 atau tidak memenuhi unsur untuk dilanjutkan ke tahap penuntutan.

“P19 adalah istilah di mana kejakaaan mengirimkan surat pemberitahuan ke kepolisian untuk melengkapi pemberkasan dengan petunjuk yang tidak mungkin bisa dipenuhi oleh kepolisian. Tujuannya agar kasus tersangka Kenny Kusuma “mati” atau tidak bisa lanjut,” Adi Priyono memaparkan.

Sebagai aparat penegak hukum, Adi Priyono melanjutkan, LQ Indonesia Lawfirm juga tak kan gentar melawan oknum pejabat yang berusaha “bermain” dalam kasus ini. Bahkan dia berani menjamin jika bukan LQ Indonesia Lawfirm yang maju memproses laporan polisi, Kenny Kusuma tidak akan pernah jadi tersangka dalam kasus Tindak Pidana Perlindungan Konsumen.

“Apalagi sampai berkas naik status P21. Kekuasaan masih powerfull untuk memengaruhi keputusan aparat penegak hukum,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP yang terkenal lantang bersuara menyerukan agar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mau menyoroti kasus ini.

Jika Kapolda bisa dengan tegas menangkap dan menahan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) karena dugaan melanggar aturan protokol kesehatan (prokes) dengan membuat kerumunan, Kenny Kusuma sebagai pemilik diler mobil yang memalsukan surat keterangan kendaraan yang merupakan ranah kewenangan Polri tentu lebih bisa lagi.

Namun anehnya, meski berkas penyidikan sudah P21 tersangka Kenny Kusuma ternyata tak pernah ditangkap dan ditahan oleh Polri.

“Apakah Kapolda Metro Jaya akan membiarkan tersangka melecehkan institusi Polri dengan mengeluarkan surat kepolisian palsu? Bukankah hukum harusnya sama dan adil kepada semua jajaran masyarakat?” kata Alvin keheranan.

Alvin Lim juga memberikan imbauan agar oknum anggota Komisi III DPR RI yang berusaha mengintervensi kasus Nissan ini jangan coba-coba bermain seperti makelar kasus atau markus.

“Fokus saja dengan permasalahan hukum yang terjadi di masyarakat karena DPR punya fungsi legislatif bukan eksekutif. Kami selaku advokat menegakkan keadilan dan beruntung kami disupport oleh media nasional yang selalu mengawal kasus ini,” kata Alvin

“Kami juga akan pastikan keadilan dan hukum ditegakkan dan mendorong agar tersangka Kenny Kusumah ditahan di Rutan oleh kejaksaan karena syarat obyektif dan subyektif penahanan sudah terpenuhi. Karyawannya yang ikut mengeluarkan surat saja sudah ditahan mosok tersangka Kenny Kusuma sebagai pemilik diler dan mengetahui adanya surat tersebut tetap dibiarkan bebas berkeliaran,” Alvin menyambung pernyataannya sembari bersungut.

Apalagi, tambahnya, Kenny Kusuma adalah pihak yang diuntungkan karena dilernya tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli plat asli.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Tangerang Selatan telah menetapkan Dirut PT Jayatama Kencana Motor (JKM), diler mobil Nissan Alam Sutera, Kenny Kusuma sebagai tersangka.

Kenny menjadi tersangka setelah
gelar perkara internal mendapatkan lebih dari dua alat bukti dalam kasus plat kendaraan palsu sebagaimana tertera dalam surat SP2HP No B/383/X/2020/RESKRIM tanggal 9 Oktober 2020.

Perkara pidana perlindungan konsumen ini terjadi ketika LQ Indonesia Lawfirm yang membeli sebuah mobil Nissan Grand Livina untuk operasional kantor dan dijanjikan akan diberikan plat nomor sementara oleh diler yang tercantumkan di surat pesanan kendaraan (SPK).

Setelah SPK ditandatangani, uang tanda jadi ditransfer ke rekening PT JKM. Selanjutnya kendaraan diantar dengan kondisi sudah terpasang plat nomor palsu tersebut.

Karyawan LQ Indonesia Lawfirm sangat kaget ketika mengendarai mobil tersebut dihentikan oleh polisi lalu lintas yang menginformasikan bahwa plat nomer sementara tersebut palsu.

Mendengar hal tersebut, staff LQ Lawfirm langsung mengecek nomor kendaraan dan surat keterangan yang diberikan oleh Diler JKM ke Polda Metro Jaya. Hasilnya didapat surat keterangan tersebut ternyata memang palsu dan terdaftar atas nama orang lain.

LQ Indonesia Lawfirm kemudian mengirimkan dua kali surat somasi ke Direktur Utama PT JKM, Kenny Kusuma namun dibalas Kenny dengan keangkuhan melalui kuasa hukumnya, Suhandi Cahaya dan partner.

Lebih lanjut Alvin juga memberi imbauan ke masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus diler memberikan plat sementara dan surat keterangan kendaraan yang palsu. Jikq diketahui palsu, sebaiknya langsung laporkan ke pihak kepolisian agar diselidiki dan ditindak.

Kepada masyarakat yang menjadi korban kejahatan perlindungan konsumen dan dirugikan oleh oknum perusahaan besar, LQ INDONESIA LAWFIRM juga membuka hotline pengaduan di 08174890999 untuk memberikan bantuan hukum. bem

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *