Polresta Bandara Soetta Ringkus 2 WNI dan 3 WNA Nigeria Terkait Penipuan Via Jejaring Sosial

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus didampingi Kapolresta Bandara Soerkano-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian dan perwakilan dari Bea Cukai Bandara Soetta menunjukan foto profil yang dipasang di akun jejaring sosial pelaku untuk meyakinkan para korbannya, bertempat di Taman Integritas Mapolresta Bandara Sekarno-Hatta, Kamis (17/12/20). Photo: TOPIK/Adang

Jakarta, topikonline.co.id – Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus pelaku penipuan melalui jejaring sosial dalam melakukan aksinya. Mereka adalah IAI, ACN dan CJU karena terbukti melakukan penipuan dengan modus mengajak berbisnis dan kencan, selain mereka polisi juga menahan WNI, yaitu LRD dan EP. Tersangka LRD bertugas untuk meminjam KTP WNI lain yang digunakan guna membuka rekening baru dengan iming-iming hingga Rp 700 ribu. Rekening tersebut digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan, sedangkan EP bertugas menyamar sebagai petugas dari kantor Bea Cukai Bandara-Soetta.

Hal ini dikatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus yang mengatakan, para tersangka mencari sasaran melalui media sosial, setelah berkenalan mereka tidak langsung melakukan penipuan. Namun menjalin komunikasi yang intensif terlebih dahulu dalam rentang waktu yang lama bahkan hingga berbulan dengan para korban hingga percaya. Tak hanya itu, diketahui ketiga WNA itu juga sudah habis masa izin tinggal di Indonesia sejak setahun lalu.
“Pelaku ini cukup sabar karena tidak langsung menipu. Mereka menunggu hingga korban percaya dengan mengajak berbisnis dan melakukan komunikasi secara intens hingga 3 bulan,” kata Yusri di Taman Integritas Polres Bandara Soetta, Kamis (17/12/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Terhitung dalam melakukan aksi mereka selama satu tahun sudah memakan belasan korban penipuan. Dalam melakukan aksinya ketiga tersangka ini mengaku tinggal di Amerika saat mengobrol dengan korbannya melalui pesan singkat WhatsApp.
“Di WA juga mereka mengganti profil menggunakan foto orang lain yang ganteng dan mengobrol menggunakan Bahasa Inggris jadi korban merasa yakin,” ujar Yusri.

Apabila korban sudah merasa yakin, ketiga tersangka ini mengatakan akan datang ke Indonesia untuk bertemu dengan korban yang sudah terlanjur dekat. Namun, ketiganya mengaku mengalami kendala di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta karena membawa uang 300 ribu USD dan dianggap sudah melebihi batas maksimal uang dari luar negeri.
“Mereka mengaku tidak tahu kalau ada sejumlah regulasi di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta jadi kelebihan uang dollar tersebut akan tetapi mereka mengaku ada kenalan dari orang dalam Bea Cukai Soekarno-Hatta,” sambung Yusri.

Di sini, LRD memainkan perannya untuk meyakinkan si korban dengan mengaku sebagai petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dan meminta sejumlah uang kepada korban untuk pura-pura membantu ketiga pelaku.
“Korban dibujuk oleh yang mengaku bernama Carloz Sanchez untuk membantu biaya clearence untuk uang tersebut dengan biaya sejumlah Rp 17.600.000 dan dikirimkan melalui rekening pribadi,” ungkap Yusri.

Atas laporan dari korban terakhir, para tersangka pun berhasil dibekuk dibeberapa lokasi seperti, Jakarta Utara, Garut, Surabaya, dan Jogjakarta.

Keempat tersangka pun disangkakan pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana soal penipuan dan atau penggelapan.
“Dengan ancaman enam tahun penjaran atau denda maksimal Rp 1 miliar,” ujar Yusri. [Adang]

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *