Kabareskrim Pastikan Penyidikan Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI Transparan

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Jakarta – Pengungkapan kasus tewasnya enam orang Laskar Pengawas pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Sihab (MRS) di km 50 Tol Jakarta – Cikampek, Polri melibatkan beberapa pihak eksternal mulai dari, Komnas HAM, Amnesty International, KontraS, Imparsial, hingga Kompolnas.

Hal tersebut membuktikan bahwa Polri selalu mengedepankan transparan dan obyektif dalam menagani sebuah perkara kasus. Sehingga, penegakan hukum di tanah air tak dapat diintervensi oleh pihak manapun.

“Dari beberapa eksternal kami undang untuk menggelar rekonstruksi namun yang hadir hanya Kompolnas. Namun demikian kami tetap hargai independisi dari rekan-rekan pengawas external yang lain,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Rabu, (16/12).

Bahkan, guna menutaskan kasus yang tengah menjadi pro dan kontra di masyarakat, di empat titik lokasi kejadian sudah dilakukan rekostruksi oleh polisi pada Senin, (14/12) dini hari.

Kendati begitu, rekonstruksi terhadap kasus tewasnya enam laskar pengawal MRS itu belum final. Polri, kata Listyo Sigit, akan melakukan rekonstruksi lanjutan jika adanya temuan – temuan.

“Rekonstruksi yang kita lakukan adalah bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Artinya, rekonstruksi yang dilakukan belum merupakan hasil final,” terangnya.

Meski begitu, Bareskrim Polri jelas Listyo Sigit, tetap menerima masukan dari pihak, dalam penuntasan insiden penembakan terhadap enam laskar pengawal pimpinan FPI ini.

“Jadi ini sedang berproses, kami serahkan kepada penyidik untuk terus melanjutkan sehingga kemudian hasil akhir dari proses penyidikan betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya lagi.

Selain pihak eksternal di atas, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri juga meminta keterangan saksi pada seorang jurnalis, bernama Edy Mulyadi, dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait insiden tewasnya enam orang Laskar Front Pembela Islam (FPI).

“Iya, yang bersangkutan sebagai saksi dalam kasus laporan penyerangan petugas di (Tol) Jakarta-Cikampek 50,” kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol John Weynart Hutagalung seperti diberitakan Antara, Senin, (14/12) lalu.

Edy, kata Jhon, akan dimintai keterangan karena ada saksi di tempat kejadian perkara (TKP) rest area yang mengaku bertemu dengan Edy.

“Karena ada saksi di TKP rest area yang bertemu dengan yang bersangkutan,” tutupnya. red

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *