Ketegasan Bawaslu Tangsel Jadi Kunci Pilkada Aman Sesuai Aturan

  • Whatsapp
Masker yang dibungkus dalam plastik berisi uang menjadi bukti politik uang yang digunakan pasangan calon (Paslon) Pilkada Tangsel untuk memengaruhi pilihan masyarakat.

Tangsel – Rangkaian tahapan Pilkada Tangerang Selatan 2020 hampir berakhir. Kurang dari dua hari, masyarakat akan memilih calon pemimpin yang mampu melanjutkan beragam pencapaian dan keberhasilan Tangsel selama ini.

“Sebagai bagian dari peserta pesta demokrasi, kami sudah tentu memiliki kewajiban untuk ikut menyukseskan jalannya Pilkada Tangsel, termasuk menjadikannya tetap aman, nyaman, dan sesuai aturan,” Tim Komunikasi Benyamin Davnie-Pilar Saga, Ichsan Reza Ahmad dalam siaran persnya, Senin, (7/12).

Jelang pemungutan suara, Reza berharap Bawaslu Tangsel dan sejumlah pihak terkait lainnya semakin menggencarkan upaya penindakan.

Pasalnya, beragam dugaan pelanggaran ditemukan masih terus dilakukan sejumlah pasangan kandidat.

“Belum lama ini, kami menemukan ada tim pemenangan, relawan, atau juga pendukung yang membagi-bagikan masker dan mug (gelas) kepada masyarakat selama masa tenang. Ketika ditelusuri lebih lanjut, di dalam wadah yang berisikan masker, tim tersebut menempatkan uang sebesar Rp 50 ribu,” terang Reza.

Pada saat yang sama, Tim Ben-Pilar juga menemukan pembagi-bagian uang yang ditempatkan dalam wadah berisikan masker.

Peristiwa ini terjadi di hampir seluruh kelurahan yang ada di Tangerang Selatan, seperti di kawasan Setu, Cirendeu, Legoso, juga banyak lainnya.

Kuat dugaan jika kegiatan tersebut merupakan bagian dari politik uang yang dilakukan tim kandidat lain untuk merebut suara pemilih.

Berdasarkan pengakuan masyarakat, bingkisan yang berisikan uang tersebut dimaksud untuk memilih pasangan nomor urut satu.

“Temuan kami di lapangan juga semakin menguatkan jika praktik tersebut dilakukan secara massif, terstruktur, dan sistematis,” Reza berujar.

“Selain pembagi-bagian masker dan mug yang disisipi uang, kami juga menemukan sejumlah pelanggaran lain yang dilakukan kandidat selama masa tenang, yaitu berupa pelanggaran iklan di media sosial Facebook,” sambungnya lagi.

Selain itu, lanjut Reza, ada juga pelanggaran iklan kampanye salah satu kandidat yang masih ditayangkan di platforim YouTube hingga memasuki masa tenang.

“Sejumlah pelanggaran tadi telah kami laporkan kepada pihak berwenang, salah satunya kepada Bawaslu Tangsel. Kami berharap, dengan sisa waktu sebelum pemilihan, Bawaslu Tangsel mampu cepat melakukan penidakan dan segera memberikan kepastian hukum,” beber Reza penuh harap.

“Ini agar kontestasi Pilkada Tangsel tetap berjalan seperti yang kita harapkan, yaitu sesuai aturan dan memberikan rasa aman dan nyaman.”

“Jika penindakan tidak segera dilakukan, kami khawatir masyarakat akan semakin disuguhkan dengan beragam Tindakan dan praktik negatif yang di luar aturan Pilkada,” tukasnya lagi.

Selain itu, potensi pelanggaran lain seperti politik uang dan politik intimidatif dikhawatirkan semakin mewarnai jalannya pemilihan.

“Karena itu, kami berharap dan meyakini jika Bawaslu Tangsel mampu terus menjaga penyelenggaraan Pilkada Tangsel tetap berjalan sesuai aturan,” tandasnya. min

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *