Tanpa Calo, Warga Kabupaten Bekasi Mengaku Bisa Dapat SIM Sesuai Prosedur

Dinda (20), warga Tambun, Kabupaten Bekasi, mengaku bisa mendapatkan SIM sesuai prosedur tanpa calo di Satpas SIM Kabupaten Bekasi.

Bekasi – Masyarakat Kabupaten Bekasi boleh berbangga hati dengan pelayanan pembuatan dan perpanjangan surat izin mengemudi (SIM).

Mereka bangga karena Sat Lantas Polres Metro Bekasi Kabupaten terlihat begitu sigap dan cekatan mencari solusi untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan SIM.

“Kabupaten Bekasi kan luas. Tadinya untuk bikin SIM masyarakat harus ke Cikarang Pusat. Buat warga Tambun, misalnya, jarak tersebut cukup jauh. Nah, kesulitan ini sudah dipecahkan sekarang dengan hadirnya Satpas SIM di Gedung PGRI Tambun,” tutur seorang warga bernama Andi kepada topikonline.co.id, Kamis, (3/11).

Andi yang kini berusia 18 tahun mengaku tinggal di Tambun. Harusnya dia sudah mendapatkan SIM C tahun lalu saat berusia 17 tahun. Namun saat tahu untuk bikin SIM baru harus ke Cikarang, keinginan tersebut harus tertunda karena terkendala waktu.

“Kalau Satpas SIM di Tambun tak dibuka bisa jadi saya masih belum punya SIM sampai sekarang,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Andi juga mengatakan dirinya bisa mendapatkan SIM C tanpa ada kendala. Cukup membayar sesuai tarif resmi Rp155.000 dan mengikuti tes tulis serta praktik, dirinya merasa beruntung bisa lulus tanpa ada hambatan.

“Hoki saya juga mungkin ya bisa dapat SIM C dengan mengikuti seluruh prosedur dan lulus,” ucapnya.

Seorang warga lainnya yang bernama Dinda juga memberikan pengalaman yang sama. Dinda yang kini berusia 20 tahun dan tinggal di Tambun baru saja mendapatkan SIM A sesuai prosedur.

“Boleh percaya boleh tidak. Saya bisa dapat SIM A secara prosedural dan membayar tarif resmi Rp175.000 di Kabupaten Bekasi,” ujarnya semringah.

“Semoga pengalaman saya ini bisa jadi motivasi buat yang lain agar jangan takut untuk mengikuti semua prosedur pembuatan SIM dan tak terpengaruh bujuk rayu para calo,” tambahnya.

Secara terpisah, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kabupaten, AKBP Ojo Ruslani kepada topikonline.co.id mengatakan, secara terus menerus pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat agar menghindari jasa calo untuk membuat SIM.

“Imbauan terus kita lakukan. Tapi kembali semuanya berpulang ke individu masyarakatnya. Toh, sudah banyak contoh warga yang bisa mendapat SIM tanpa calo dan membayar sesuai tarif resmi,” paparnya.

Ojo tak memungkiri soal masih adanya oknum calo yang coba berkeliaran di sekitar wilayah Satpas SIM di Kabupaten Bekasi. Namun, lanjutnya  itu sifatnya pribadi dan di luar teritori keamanan dalam gedung Satpas SIM.

“Calo itu perorangan. Kalau ada laporkan kepada kita pasti langsung kita tindak dan amankan karena berpotensi merusak citra pelayanan kami yang Promoter,” Ojo menegaskan.

“Yang jelas kami sudah terus mengingatkan agar jangan pakai jasa calo. Kalau sudah diingatkan tapi masih juga pakai ya itu jadi pilihan individu warga. Sekali lagi kami tegaskan hindari calo,” sambungnya lagi mengakhiri pernyataan. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *