Para Advokat LQ Indonesia Minta Kejari Tangsel Segera Tahan Kenny Kusuma

Tersangka Kenny Kusuma (kiri).

Jakarta – Adi Priyono selaku Wakil Ketua LQ Indonesia Lawfirm mengucapkan banyak terima kasih kepada penyidik dan jajaran pimpinan Polres Tangerang Selatan atas pelimpahan berkas (Tahap 1) tersangka Kenny Kusuma ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan untuk diperiksa kelengkapan formiil dan materiil pada hari Senin, (30/11) lalu.

Kini, tugas penindakan hukum selanjutnya sudah menjadi tugas Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Tangsel)

Seperti diketahui, Kenny Kusuma, selaku Direktur Utama dan pemilik PT Jayatama Kencana Motor, diler mobil Nissan ditetapkan menjadi tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara atas pidana perlindungan konsumen.

Dalam kasus ini, Diler Nissan Alam Sutera milik Kenny Kusuma menjual satu unit mobil Nissan Livina ke LQ Indonesia Lawfirm dengan plat kendaraan bodong dan surat keterangan nomor polisi sementara yang palsu dan ternyata terdaftar atas nama orang lain dan unit kendaraan yang berbeda.

Adi Nugroho selaku pelapor menyatakan bahwa meski dirinya berterima kasih karena aduan telah diproses, namun masih kurang satu hal yaitu hingga kini tersangka Kenny Kusuma belum dilakukan penahanan sehingga proses pidana belumlah sempurna tanpa penahanan badan.

Sementara itu, advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP mengatakan bahwa penahanan itu dalam kasus pidana dilakukan ketika syarat objektif dan subyektif terpenuhi.

Dalam kasus tersangka Kenny Kusuma, syarat objektif dan subyektif telah terpenuhi. Syarat objektif diatur dalam pasal 21 KUHP di mana ancaman 5 tahun ke atas dilakukan penahanan.

Tindak pidana perlindungan konsumen yang diduga dilakukan Kenny Kusuma ini dalam Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jelas menyatakan ancaman pidana selama 5 tahun.

Lebih lanjut, syarat subyektif adalah melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan melakukan pidana. Dan dalam kasus Kenny Kusuma ini sudah ada indikasi tidak kooperatif karena sebelumnya Kenny Kusuma mangkir panggilan polisi.

Terkini, juga sudah ada laporan pidana baru dengan terlapor Kenny Kusuma atas kasus penipuan dan pemalsuan dan sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, pekan lalu.

Bahkan dalam waktu dekat Kenny Kusuma dkk juga akan dilaporkan kembali atas dugaan pidana Pasal 266 KUHP perihal memberikan keterangan palsu dalam akta otentik.

“Jadi semua unsur untuk dilakukan penahanan sudah terpenuhi sehingga tidak ada alasan kepada aparat penegak hukum untuk tidak melakukan penahanan,” kata Alvin.

“Terlebih tindakan yang dilakukan oleh tersangka melecehkan dua aparat penegak hukum sekaligus yaitu Advokat di Firma Hukum selaku konsumen yang diberikan plat dan surat palsu, serta melecehkan kepolisian, di mana surat yang dipalsukan seyogyanya dikeluarkan oleh pihak kepolisian. Sejak kapan pihak diler mobil diperbolehkan mencetak surat keterangan kendaraan kepada konsumen?” bebernya lagi keheranan.

Selain itu, Alvin Lim juga meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan yang telah menerima berkas perkara segera memproses berkas agar segera lengkap dan melakukan penahanan rutan terhadap tersangka Kenny Kusuma.

Kejaksaan Negeri Tangsel, lanjutnya, diminta tegas dan bisa bersikap adil dan tanpa pandang bulu. Ketika syarat objektif dan subyektif terpenuhi, maka tidak ada alibi untuk 5ersangka berkantong tebal menghindari penahanan dan mendapatkan perlakuan istimewa.

“Kejaksaan sebagai penuntut umum memiliki simbol pedang yang berarti tajam. Dalam pidana ketajaman ada pada penahanan. Jadi kami dengan hormat dan tegas minta dilakukan penahanan rutan terhadap Kenny Kusuma yang sebelumnya oleh pihak kepolisian sudah ditetapkan menjadi tersangka,” Alvin menegaskan.

“Pihak Kejaksaan Negeri Tangsel harus melanjutkan proses hukum dengan dilakukan penahanan. Selain sebagai efek jera juga untuk mencegah terjadi tindak pidana lain karena selain terjerat kasus pidana perlindungan konsumen, Kenny Kusuma sudah dilaporkan atas pidana pemalsuan dan penipuan,” sergahnya lagi.

Adi Priyono selaku wakil ketua LQ Indonesia Lawfirm juga turut menambahkan. Dia meminta agar pihak masyarakat baik LSM serta aparat penegak hukum lainnya serta masyarakat luas memantau jalannya kasus ini.

Jangan sampai oknum pelaku pidana diberikan keistimewaan walau ada jabatan tinggi dan berkantong tebal.

“Semua orang sama dan sejajar di mata hukum. Media nasional mari kawal kasus ini dan jadi contoh penegakan hukum di Indonesia yang tegas dan tajam,” tegas Adi.

Hingga hari ini, walau sudah ditetapkan menjadi tersangka Kenny Kusuma masih terlihat tidak punya itikad baik dan tidak pernah minta maaf kepada korban. Malahan justru makin menunjukkan sikap angkuh dan merasa tidak bersalah.

“Inilah alasan kami melanjutkan perkara untuk membuktikan kebenaran perkara di pengadilan. Jangan sampai timbul persepsi bahwa tersangka bisa tidak ditahan karena tersangka itu kaya. Mari pihak Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan mempertahankan reputasi dan nama baik dengan penegakkan hukum yang bersih dan adil,” Alvin Lim menegaskan lagi.

“Selain LQ Indonesia Lawfirm, firma hukum, LSM dan media akan mengawasi tahap dua agar penahanan terhadap tersangka dapat dilaksanakan di Kejari Tangerang Selatan,” sambungnya lagi.

Alvin Lim percaya bahwa Kejaksaan Negeri Tangsel masih punya integritas dan bersih di mana tersangka menurutnya akan segera di tahan apabila berkas lengkap.

Berkas lengkap secara formiil dan meteriil berarti ada bukti dan dasar pidana dilakukan sehingga penahanan merupakan sesuatu yang sepatutnya dilakukan kejaksaan sebagai ‘pedang hukum’.

“Mari masyarakat kita pantau kasus ini. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tegas Alvin Lim mengakhiri pernyataan. red

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *