Tanggapi Kesaksian Napoleon Bonaparte di Persidangan, Komjen Pol Listyo Sigit: Tidak Masuk Akal

Kabareskrim, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Jakarta – Kesaksian mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte di persidangan sudah membawa-bawa nama Kabareskrim, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Menyikapi hal tersebut, Komjen Pol Listyo Sigit pun akhirnya berbicara memberi tanggapan.

“Faktanya saya tak pernah ragu usut tuntas kasus Djoko Tjandra. Kalau kita terlibat kan logikanya sederhana, tak mungkin kita usut sampai ke akar-akarnya,” kata Listyo Sigit di Jakarta, Kamis, (26/11).

Seperti diketahui, sosok Listyo Sigit lah yang justru memimpin pemulangan Djoko Tjandra dari Malaysia beberapa bulan lalu. Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia setelah membuat heboh larena mendatangi langsung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengajukan PK. Padahal saat itu Djoko Tjandra statusnya adalah buron.

Atas dasar kesaksian Napoleon Bonaparte di persidangan, Listyo Sigit kemudian mempertanyakan sikap tersebut. Jika benar Tommy Sumardi membawa-bawa namanya, kata Listyo, mengapa Napoleon menelan mentah-mentah omongan Tommy Sumardi.

“Dia kan jenderal bintang dua dan pejabat utama. Seharusnya dia cross check apakah betul TS memang dapat restu dari saya,” tegasnya.

Menurut Listyo, sikap Napoleon yang demikian sebagai suatu keanehan. “Agak aneh kalau ada orang yang membawa nama kita, orang itu langsung percaya begitu saja kalau mereka dekat dan mewakili orang itu,” tambahnya.

Jenderal bintang tiga jebolan Batalyon Bhara Daksa Akpol 1991 itu yakin hakim akan melihat fakta yang terjadi. Listyo juga yakin hakim dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

“Pihak TS juga sudah membantah pengakuan dari NB. Kami meyakini majelis hakim pasti akan melihat fakta yang sesungguhnya. Mana yang suatu kebenaran dan mana hal yang mengada-ada,” tegasnya lagi.

Dikatakannya lagi, dirinya tak punya kewenangan memerintah Kadiv Hubungan Internasional untuk menghapus red notice. Karena itu, sambungnya,  kesaksian Napoleon di persidangan tidak masuk akal.

“Bareskrim tidak punya kewenangan memerintah Kadiv Hubinter menghapus red notice, karena yang mengajukan red notice kejaksaan. Alasan yang tidak masuk akal pernyataan itu,” tandas Listyo.

Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi, juga membantah keterangan Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang menyebut Tommy membawa-bawa nama Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Tommy secara tegas mengatakan, dirinya tidak menyebut nama siapa pun dalam pertemuannya dengan Irjen Napoleon.

“Yang mulai, saya minta izin meluruskan saja, ini menyangkut petinggi di Senayan dan kepolisian yang disebut Napoleon. Saya datang ketemu beliau dikenalkan oleh Brigjen Prasetijo Utomo. Saya datang, tidak menyebut nama siapa-siapa dan saya tidak meminta Prasetijo ke luar,” tegas Tommy dalam persidangan di PN Tipikor, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Selasa, (24/11).

Hakim Ketua Muhammad Damis menanyakan, apakah Tommy keberatan atas pernyataan Napoleon. Tommy secara tegas menyatakan keberatan karena tidak melakukan yang disebutkan Napoleon. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *