Arman Depari, Calon Terkuat Kepala BNN Pengganti Heru Winarko

Jakarta – Komjen Pol Heru Winarko dalam waktu dekat akan memasuki masa pensiun sebagai Kepala BNN. Sejumlah nama jenderal pun digadang-gadang sebagai calon penggantinya, tak terkecuali Irjen Pol (Purn) Arman Depari.

Ya nama itu digaungkan Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta sekaligus Ketua Presidium Gerakan Masyarakat Anti Madat (GERAM) Prasetio Edi Marsudi. Ia mendukung Deputi Bidang Pemberantasan BNN itu menjabat sebagai Kepala BNN.

Menurutnya, Arman adalah sosok yang tepat menyelamatkan masyarakat dari peredaran narkotika, psikotropika, zat adiktif dan obat-obatan berbahaya (narkoba).

“Karena itu, untuk pemberantasan narkoba ini butuh sosok yang memiliki intelejensi tinggi. Nah, Arman Depari ini orangnya. Ia adalah legend pemberantasan narkoba di Indonesia. Menurut saya pantas lah Arman menggantikan Heru Winarko yang akan memasuki masa pensiun,” ujar Prasetio di Jakarta, Kamis, (19/11).

Diketahui, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko akan habis masa pengabdiannya pada Desember 2020 tahun ini.

Karenanya, BNN di masa mendatang harus memahami betul seluk beluk atau ruang dan daerah yang menjadi peta-peta masuknya narkoba dari negara luar menuju Indonesia.

“Sudah bisa dikatakan jika Indonesia darurat narkoba. Karena kini Indonesia bukan lagi menjadi target perdagangan, tetapi juga dijadikan bandar besar sebagai target memproduksi narkoba,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu Arman Depari kembali dilantik untuk menduduki kursi Deputi Pemberantasan BNN dengan legalisasi Keputusan Presiden 116/2020.

Pras mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pastinya memiliki alasan khusus mengembalikan Arman ke BNN.

“Di sini kita bisa menelaah dengan penunjukan langsung Presiden Joko Widodo, bahwa pemberantasan narkoba di Indonesia tidak lagi main-main. Harus tepat dengan orang yang berintegeritas. Maka kita harus hargai itu,” ujarnya.

Seperti apa sosok Irjen Arman Depari? Untuk jenderal polisi satu ini pasti sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Polisi yang kerap tampil dengan rambut gondrong ini kerap membuat ciut nyali para bandar hingga pengedar narkoba.

Saat ini,  Arman berdinas sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN. Asal tahu saja, para pengedar barang haram yang ditangkap BNN itu, sampai tak berkutik setelah tangannya diborgol dan wajahnya disorot kamera awak media.

Sang Jenderal pernah menduduki posisi sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya hingga di Mabes Polri. Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Sebelum fokus di bidang pemberantasan narkoba, Arman Depari ternyata pernah juga menjadi Kadensus 88 Polda Sumatera Utara. Arman juga pernah turut membantu dan memberikan informasi hasil penyelidikan tim Ditserse Polda Metro Jaya dalam pengungkapan kasus terorisme.

Kala itu, kasus terorisme yang dimaksud yakni, yakni kasus bom Bali I, untuk menangkap Imam Samudra. Sebelum bertugas di BNN, Arman Depari sempat menjadi Kapolda Kepulauan Riau selama kurang lebih dua tahun. Barulah pada 2016, Jenderal garang ini menjadi Deputi Pemberantasan BNN.

Pria kelahiran Karo, Sumatera Utara, 1 Agustus 1962 ini, menghabiskan masa kecil dan remajanya hingga bangku SMA di Brastagi. Setelah lulus SMA, ia kemudian mencoba peruntungan masuk ke Akpol. Ia pun termasuk, lulusan Akpol tahun 1985. red

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *