Berang Jajarannya Tumpul Hadapi Aksi HRS dan FPI Langgar Prokes, Kapolri Copot Dua Kapolda

Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis.

Jakarta – Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis berang dengan sikap aparat penegak hukum jajarannya yang tumpul menghadapi rangkaian kegiatan Habib Rizieq Shihab (HRS) dan gerbong Front Pembela Islam (FPI) serta PA 212 yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Buntut dari keberangan tersebut, Kapolri langsung mencopot Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, Kapolrestro Jakarta Pusat dan Kapolres Bogor karena dianggap tidak becus mengantisipasi pelanggaran yang terjadi.

Keempat pejabat Polri tersebut juga dinilai tidak mematuhi dan melaksanakan perintah dalam penegakan protokol kesehatan Covid-19 di wilayah kerjanya.

Sanksi tegas tanggung renteng pencopotan jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/3222/XI/KEP/2020 tanggal 16 November 2020.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana selanjutnya digantikan Irjen Pol Fadil Imran yang sebelumnya Kapolda Jawa Timur. Lalu Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi digantikan Irjen Pol Ahmad Dofiri yang sebelumnya menjabat Aslog Kapolri.

Irjen Pol Nana Sudjana selanjutnya akan menempati pos jabatan Koorsahli Kapolri. Sementara Irjen Pol Rudy Sufahriadi akan menjadi Widyaiswara Utama Tk 1 Sempim Lemdiklat Polri.

Di level perwira menengah, Kapolrestro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto juga digantikan oleh Kombes Pol Hengki Haryadi.

Heru selanjutnya akan menjadi Analis Kebijakan Madya Brimob Korbrimob Polri.

Sedangkan Hengki sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Selanjutnya Kapolres Bogor AKBP Roland Rolandy juga digantikan AKBP Harun, yang sebelumnya menjabat Kapolres Lamongan.

Sementara AKBP Roland Rolandi dimutasi sebagai Wadir Krimsus Polda Jawa Barat.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono juga sudah menyampaikan pencopotan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi.

Disampaikan Argo pencopotan dilakukab karena Irjen Pol Nana dan Irjen Pom Rudy dinilai tidak bisa melaksanakan perintah dalam penegakan protokol kesehatan Covid-19.

“Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin, (16/11).

“Yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat,” Argo menyambung.

Secara terpisah sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud Md juga menyampaikan pemerintah akan memberi sanksi pada aparat yang tak tegas menegakkan protokol kesehatan. Saat menyampaikan pesan pemerintah ini, Mahfud memberi penekanan.

“Kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan,” kata Mahfud Md, mengulang tiga kali objek yang ditujunya dalam jumpa pers soal kerumunan di tengah pandemi Covid-19 ini, di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *