Konsorsium BUMN Sepakati PPJT dan Jamin Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen

Magelang – Konsorsium BUMN melaksanakan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11/2020).

Kumpulan perusahaan plat merah tersebut terdiri dari, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Selain kedua perjanjian ini, dilakukan juga penandatanganan perjanjian regres antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit, Direktur Utama PT PII Muhammad Wahid Sutopo dan Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen Mirza Nurul Handayani.

PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dibentuk oleh konsorsium BUMN pemenang lelang pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, yang terdiri dari Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas sebesar 60 persen, Adhi Karya sebesar 12,5 persen, Waskita Karya sebesar 12,5 persen, PTPP sebesar 12,5 persen serta Brantas Abipraya sebesar 2,5 persen.

Direktur Utama PT JJB Mirza Nurul Handayani menjelaskan, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki total panjang 75,82 Km dengan nilai investasi sebesar Rp14,26 Triliun dan masa konsesi selama 40 tahun.

“Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 Km dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,77 Km yang pembangunannya terbagi atas enam seksi,” ujarnya.

Keenam seksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yaitu,
Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo  sepanjang 8,25 Km.
Seksi 2 Banyurejo sampai Borobudur  sepanjang 15,26 Km.
Seksi 3 dimulai dari Borobudur sampai Magelang sepanjang 8,08 Km.
Seksi 4 dimulai dari Magelang sampai Temanggung sepanjang 16,46 Km.
Seksi 5 dimulai dari Temanggung sampai Ambarawa sepanjang 22,56 Km.
Seksi 6 dimulai dari Ambarawa sampai Bawen sepanjang 5,21 Km.

Dalam pembangunannya, lanjut Mirza, terdapat 5 Simpang Susun (SS) dan 1 Junction yang akan dibangun dimulai dari Junction Bawen yang akan terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang-Solo, SS Ambarawa, SS Temanggung, SS Magelang, SS Borobudur hingga SS Banyurejo yang terhubung dengan Junction Sleman Kec Melati, Kab Sleman, DI Yogyakarta yang akan terkoneksi dengan jalan tol Solo -Yogyakarta-YIA Kulon Progo.

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan dibangun dengan 2×2 lajur dengan lebar lajur 3,6 m serta dibangun dengan desain struktur at grade sepanjang 69,68 Km dan struktur elevated sepanjang 6,15 Km di Ring Road Barat Jogja tepatnya di atas selokan Mataram.

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen tergabung dalam Proyek Strategis Nasional untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan infrastruktur. Jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Semarang-Solo dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo dan membentuk segitiga emas yang dapat meningkatkan perekonomian dan konektivitas wilayah khususnya Yogyakarta, Solo dan Semarang.

Ketiga jalan tol tersebut selain menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan, juga meningkatkan kemudahan akses dari dan menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Candi Borobudur dan sekitarnya serta Candi Prambanan-Kalasan dan sekitarnya.

Saat yang sama, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit menyampaikan konsesi selama 40 tahun terhitung sejak penerbitan surat perintah mulai kerja. “Dengan nilai investasi sebesar Rp 14,2 triliun, diperkirakan internal rate of return sebesar 12,48 persen,” tambahnya.

“Jalan tol Yogyakarta Bawen mulai konstruksi di tahun 2021 bulan Agustus setelah lahannya bebas, ya mudah-mudahan ini bisa lebih cepat dan diharapkan selesai dan dioperasikan pada kuartal ketiga tahun 2023,” pungkasnya. fey

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *