GPI Jakarta Raya Gelar Simposium Nasional 92 Tahun Sumpah Pemuda

Jakarta, topikonline.co.id – Gerakan Pemuda Islam (GPI) mengadakan simposium nasional dengan tema “Pandangan kritis Aktifis Pemuda Tentang Omnimbus Law”, 28 Oktober 2020 bertempat di bilangan Cikini, Jakarta pusat.

Adapun narasumber yang hadir menjadi pembicara adalah Ferly Syahadat sebagai Rokoh Kepemudaan lalu ada Ismail Abdul Kadir mewakili Aktifis Milenial dan Yusuf Algifhary sebagai Aktifis GPI.

Ferly Syahadat mengatakan bahwa peristiwa 28 Oktober 1928 adlah dimana para pemuda merasa senasib dan tertindas maka munculah Sumpah Pemuda, begitu juga lahir nya GPI sebagai pelopor mengkritisi pemerintah hingga saat ini disaat aktifis 98 mulai bergabung ke pemerintah, GPI tetap kritis kepada pemerintah.
“Pada saat itu 1998, saya minta dibubarkan menwa dengan menolak militerisme kampus dan lain sebagainya kami merasa terzolimi di era orde baru,” ujar Ferly

Sementara itu Ismail Abdul Kadir berbicara tentang “Sumpah Pemuda adalah persamaan senasib bangsa yang dijajah jadi hanya pemuda yang mampu merubah visi misi pandangan reformasi pemerintahan.
“Refleksi kepemudaan sekarang ini bukan fisik tapi diskusi kesepahaman bersama nasib masa depan UU omnibus law dengan memantapkan bersama ketika komunikasi tidak didengar jalan terakhir adalah aksi demo,” sambung Ismail.

Ketiga Yusuf Algifhary berbicara “Sekarang umat Islam yang kritis di bunuh oleh orang gila jaman ini, kantor GPI diserbu oleh Brimob, ini yang membuat umat Islam harus hati-hati jaman sekarang ini”.

“Omnibus law adalah lingkaran setan, orde baru hancur orde reformasi juga mulai keder, sungguh aneh jaman ini umat Islam di buat diadu oleh sesama umat Islam meski mayoritas tapi tertindas masa yang aneh”, tambah nya.

Acara yang digelar dengan santai ini dihadiri oleh para aktivis, pemuda dan media berlangsung menarik, kesimpulan nya GPI tidak pernah menolak cadar, cingkrang, maupun Pancasila yang ditolak adalah Syiah dan Isis. [Adang]

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *