Terkait Kasus Goldenhands, Ketua Korwil FBR Jakbar Diperiksa Polrestro Jakut

Dua oknum anggota Polri yang ada dalam Gedung Goldenhands saat polisi melakukan pemeriksaan dan menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba di ruang karaoke dalam gedung.

Jakarta – Ketua Korwil Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Barat, Haji Mudjamil yang akrab disapa Bang Djamil diperiksa sebagai saksi di Polres Metro Jakarta Utara atas dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Saudara S alias Awi yang mengaku sebagai korban pada peristiwa Goldenhands di Bandengan Utara pada 9 Juli 2020.

Awi yang mengoperasikan tempat hiburan Goldenhands pada masa PSBB dan tidak membayar sewa gedung sejak April 2019 mengaku dikeroyok oleh orang pada tanggal 9 Juli 2020.

“Tidak ada pengeroyokan dan penganiayaan terhadap pelapor Saudara Awi. Kami telah menyerahkan bukti video bahwa Awi sehat walafiat setelah keluar Gedung Goldenhands pada tanggal 9 Juli 2020 jam 16.13 WIB. Bahkan ia masuk kembali ke dalam gedung Goldenhands bersama Kapolsek Penjaringan Kompol Ardriansyah dan tim-nya untuk memeriksa dugaan penyalahgunaan narkoba di salah satu ruangan karaokenya,” bantah kuasa hukum Bang Djamil yang juga Kepala Biro Hukum FBR Jakarta, Onggowijaya dalam keterangan tertulisnya yang diterima topikonline.co.id, Jumat, (22/10).

“Bahkan versi lengkapnya juga telah kami berikan ke Bapak Presiden, Bapak Kapolri, Menkopolhukam dan seluruh jajaran Div Propam Mabes Polri,” sambungnya.

Dituturkannya, jika memang Saudara Awi mengalami pengeroyokan dan penganiayaan, sangat aneh karena sampai sekarang aparat Polsek Penjaringan dan Polres Metro Jakarta Utara tak mengamankan si pelaku. Padahal Awi sudah membuat laporan ke polisi sejak 10 Juli 2020.

Selain itu, lanjutnya, lebih aneh lagi karena aparat Polsek Penjaringan dan Polres Metro Jakarta Utara juga terkesan lebih fokus ke laporan penganiayaan ketimbang dugaan penyalahgunaan narkoba yang ditemukan dalam gedung Goldenhands.

“Bukti video yang kami serahkan seperti diabaikan pihak kepolisian. Padahal itu adalah bukti otentik rekaman audio visual yang membantah semua isi laporan Saudara Awi ke kepolisian,” sungut Onggowijaya.

“Bahkan kami juga turut menyerahkan foto dua orang yang diduga oknum polisi yang berada di luar setelah sebelumnya berada di dalam gedung Goldenhands,” dia menambahkan.

Kasus ini berawal dari tidak dibayarnya uang sewa gedung oleh Saudara Awi, yang kemudian oleh pemilik gedung tersebut disewakan kepada Biro Hukum FBR dan akan dipergunakan untuk kegiatan sosial dan layanan hukum kepada masyarakat.

Namun anehnya, setelah menempati gedung 2 tahun tanpa membayar sewa, Saudara Awi malah membuat laporan polisi seolah-olah dikeroyok.

“Apabila tidak terbukti tuduhan Awi, maka kami akan menuntut Saudara Awi secara hukum atas membuat laporan palsu! tegas Bang Djamil turut menambahkan.

Lebih lanjut Bang Djamil serta Onggowijaya sangat berharap jajaran Polres Jakarta Utara bisa tegak lurus menangani kasus ini.

“Yang jelas kami tahu pada saat Bang Djamil diperiksa, Saudara Awi yang sekarang berambut gondrong juga hadir di Polres Utara, entah menemui siapa. Yang pasti dia tidak masuk ke ruangan unit Jatanras untuk diperiksa,” Onggowijaya berujar.

“Dan kami juga sangat berharap Bapak Kapolri dapat memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini karena ini menyangkut ormas. Apalagi selama ini ormas FBR selalu membantu pihak kepolisian dalam menjaga kamtibmas NKRI,” sambungnya menandaskan. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *