Polda Metro Amankan 54 Tersangka Aksi Unras Omnibus Law yang Berakhir Ricuh

Semanggi – Polda Metro Jaya menetapkan 54 orang tersangka pelaku perusak fasilitas umum dan kekerasan terhadap aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa menolak Undang Undang Cipta Kerja Omnibus Law, yang berujung ricuh, pada Kamis (08/10) yang lalu, di Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, penetapan status tersangka 54 orang tersebut berdasar hasil pemeriksaan terhadap 1.192 orang yang sebelumnya lebih dulu telah diamankan. Dari total 1.192 orang yang diperiksa, sebanyak 135 orang berpotensi naik penyidikan. Kemudian, mengerucut lagi menjadi 83 orang.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Dari hasil pemeriksaan, ada 135 orang yang berpotensi ke tingkat penyidikan. Dari data itu, yang sudah ditingkatkan ke proses penyidikan sebanyak 83 orang, kemudian 54 orang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar dia di Mapolda Metro, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Penahanan telah dilakukan terhadap 28 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kebanyakan dari mereka yang ditangkap masih berstatus pelajar. Mereka yang berstatus pelajar telah dipulangkan dengan syarat, orang tua wajib menjemput dan harus membuat surat pernyataan.

“Mayoritas pelajar dan mereka kami pulangkan dengan syarat, orang tua datang dan membuat pernyataan,” kata Nana, didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober2020  lalu berujung ricuh. Ribuan orang sempat diamankan oleh pihak kepolisian karena terindikasi berbuat kericuhan.

Sejumlah fasilitas umum seperti, halte bus Transjakarta, Pos Polisi hingga kendaraan polisi dirusak massa bahkan dibakar. Sejumlah personel kepolisian pun terluka bahkan ada polwan yang sampai mengalami patah tangan akibat aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Kamis lalu. fey

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *