Ungkap 6 Kasus Sepanjang September, BNN Juga Cokok Anggota DPRD Palembang

Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko saat merilis pengungkapan enam kasus oleh BNN sepanjang September 2020. Tersangka anggota DPRD Kota Palembang, Doni Timur (kanan).

Jakarta – Sebanyak enam kasus berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) selama bulan September 2020. Dari seluruh pengungkapan tersebut, sebanyak 19 tersangka diamankan dengan barang bukti 87.415.4 gram narkotika jenis sabu dan 70.227 butir ekstasi.

Menariknya, dalam pengungkapan tersebut BNN juga mencokok anggota DPRD Kota Palembang bernama Doni Timur atas dugaan sebagai bandar pada Selasa, (22/9/2020) lalu.

Sebelum terpilih menjadi wakil rakyat, Doni Timur ternyata juga seorang residivis di kasus serupa. Doni divonis hukuman bui satu tahun oleh Pengadilan Negeri Palembang pada tahun 2012.

Kasus yang melibatkan Doni Timur berawal dari tertangkapnya dua kurir berinisial W dan A saat menerima paket berisi 30.000 butir ekstasi dari seorang wanita berinisial Y yang juga turut diamankan.

W, A dan Y diamankan di kawasan Pasar Macan Lindung Bukit Baru, Ilir Barat I, Kota Palembang, pada Selasa, (22/9/2020).

Setelah diinterograsi, kepada BNN akhirnya Y mengaku diperintah oleh J yang tak lain adalah suaminya sendiri. J ditangkap di rumahnya di Jalan Buyut Tampah, Bukit Baru, Palembang. BNN juga menemukan 1 kg sabu yang disembunyikan J di dalam anak tangga rumahnya.

Dari pengakuan J inilah akhirnya diketahui bila Doni Timur terlibat. Pasalnya, Doni adalah orang yang memerintahkan J untuk menyembunyikan narkotika tersebut.

Doni akhirnya dicokok di ruko usaha laundry miliknya di Jalan Riau, Kemuning, Kota Palembang. Di tempat ini BNN lagi-lagi mendapatkan barang bukti 4 kg sabu yang disimpan di atas lemari kerja.

“Peran Doni adalah pengendali para kurir. Dia juga bekerja sama dengan seorang pemodal di Medan berinisial K,” kata Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko di Ruang Pattimura BNN, Jumat, (25/9/2020).

“Sekarang Doni juga sudah dipecat dari Partai Golkar dan dikeluarkan dari DPRD untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” sambungnya lagi.

Selain mengungkap kasus Doni, selama bulan September BNN juga mengungkap lima kasus lain dengan jumlah barang bukti lebih besar.

Pertama adalah pengungkapan jaringan narkoba wilayah Jambi dan Sumatera Utara dengan barang bukti 24.192 gram sabu dan 15.896 butir ekstasi. Jaringan ini dikendalikan narapidana berinisial MR yang mendekam di Lapas Tengkerang, Pekanbaru Riau.

Pengungkapan berikutnya adalah jaringan sindikat di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Dari pengungkapan ini diamankan empat tersangka dengan barang bukti 30.000 butir ekstasi yang dikirim dari Malaysia ke Aceh melalui jalur laut.

Kemudian juga berhasil diungkap jaringan Syekh yang akan bertransaksi narkoba di Medan. Dari pengungkapan ini satu tersangka berinisial MJ sudah diamankan bersama barang bukti 17 kg sabu dan 10.212 butir ekstasi.

Pengungkapan selanjutnya adalah saat BNN menggagalkan pengiriman 13,4 kg sabu yang dibawa menggunakan bus dari Aceh menuju Tasikmalaya. Dari kasus ini BNN mengamankan HA dan AM yang bertindak sebagai sopir dan kernet bus. Dalam pengembangan selanjutnya BNN juga mengamankan FZ yang menjadi pengendali jaringan di salah satu hotel daerah Tangerang, Banten.

Terakhir, kasus yang berhasil diungkap adalah penemuan 29 kg sabu yang tersimpan dalam ransel di Aceh. Dua tersangka yakni R dan F sudah diamankan BNN. Sementara satu tersangka lagi berinisial M masih dalam pengejaran. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *