LSM RIB Desak Polri Segera Usut dan Tindak Pelaku Pemerasan Bermodus VCS

Ketua LSM RIB, Hitler Situmorang.
Bekasi – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Indonesia Berdaya (RIB), Hitler Situmorang mendesak, pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar mengusut dan menindak pelaku pemerasan dengan modus video call sex (VCS). Pasalnya, para pelaku kejahatan ini telah memakan banyak korban.
Pada umumnya, korban pemerasan VCS adalah remaja yang masih labil.

Kpada para orang tua. RIB juga berpesan agar melakukan pengawasan terhadap anak remajanya.
Dengan masifnya pengguna telepon seluler di kalangan remaja, orang tua juga diharapkan mengedukasi para anaknya sejak dini.
Demikian disampaikan Ketua LSM RIB, Hitler Situmorang, Kamis, (17/9), sebagai respon atas laporan masyarakat kepada pihak LSM RIB.
Para orang tua korban pemerasan dengan modus VCS kata Hitler, lebih memilih melaporkan hal ini kepada pihak LSM, dengan alasan malu dan takut.

“Saya meminta dan mendesak pihak Kepolisian mengusut dan menindak para pelaku kejahatan pemerasan dengan modus VCS. Laporan masyarakat ke pihak kami sudah ada sejak tahun 2018,” kata Hitler.
“Para korban pemerasan kejahatan dengan modus VCS ini takut melaporkan kepada pihak yang berwajib. Hal itu dikarenakan rasa malu dan rasa takut akan tindakan yang melibatkan anak mereka,” tambahnya.
Adapun modus yang digunakan oleh para pelaku kejahatan dunia maya ini, Hitler melanjutkan, menyasar para pria usia remaja usia 14-17 tahun.
Melalui akun media sosial mereka (Facebook, Istagram, Whatsapp), sindikat pemeras ini menyodorkan wanita seksi yang selalu bersedia diajak melakukan VCS.
Dengan mudah, lanjut Hitler, pria remaja yang masih labil begitu saja memberikan nomor telepon atau Whatsappnya.

Kemudian, kata Hitler, terjadilah kegiatan VCS. Dengan begitu mudah juga si anak remaja diperdaya para pelaku untuk mengikuti arahan mereka. Seperti mengajak mereka membuka baju dan celananya. Para pria remaja yang masih labil ini pun tidak sadar telah masuk perangkap. Kegiatan VCS rupanya sudah direkam.

“Rekaman VCS inilah yang dijadikan para pelaku sebagai modus kejahatan mereka. Sebagai alat untuk menakut nakuti dan kemudian bila takut, pelakupun meminta sejumlah uang untuk menghapus data atau rekaman VCS itu,” Hitler berujar.

“Jadi, untuk itu. Saya mendesak pihak terkait. Terutama pihak kepolisian segera mengusut dan menindak para pelaku kejahan dengan modus VCS ini,” pungkasnya. red
banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *