Kabareskrim Perintahkan Jajarannya Tangkap Pemilik Akun FB Ploris Caca

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (atas). Akun FB Ploris Caca yang diduga melakukan penipuan secara online ((bawah).

Jakarta – Kabreskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri segera mencari dan menangkap pemilik akun tanaman hias Ploris Cica di Facebook.

Perintah tersebut dititahkan Listyo Sigit untuk menanggapi laporan korban penipuan jual beli tanaman hias akun FB tersebut ke Polri.

“Belakangan ini kami mendapat banyak laporan meningkatnya kasus penipuan jual-beli online, termasuk jual-beli tanaman hias. Ini jadi perhatian karena sudah meresahkan masyarakat,” kata Listyo Sigit kepada awak media di Jakarta, Kamis, (10/9) kemarin.

“Saya sudah perintahkan jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber untuk mencari dan menangkap pemilik akun tanaman hias Ploris Caca karena laporan dugaan melakukan penipuan ke masyakat,” tambahnya lagi.

BACA JUGA:

Untuk diketahui, akun Ploris Cica masuk ke grup-grup jual-beli tanaman hias. Tanaman bonggol lotus delight ditawarkan Ploris Cica melalui WhatsApp nomor 081222930626 dengan harga bervariasi sesuai ukuran mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000.

Setelah disepakati pembelian seharga Rp350.000, uang kemudian ditransfer ke rekening Bank BCA 7425166590 atas nama Dina Noviyanti Pratama pada 5 September.

Namun, sampai 8 September, tanaman hias yang dipesan tersebut tidak kunjung datang.

“Ketika saya tanyakan soal pengiriman hingga nomor resi pembelian, akun Ploris Cica, yang mengaku berdomisili di Jawa Barat, selalu mencari-cari alasan hingga akhirnya tidak bisa dihubungi sama sekali,” kata Heri, salah satu korban penipuan akun Ploris Cica yang melapor ke Bareskrim Polri, Jumat, (11/9).

Laporan Heri sebagai korban penipuan akun Ploris Caca tertuang dalam laporan nomor: LP/B/0515/IX/2020/BARESKRIM tanggal 8 September 2020.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi mengatakan, tren jual beli tanaman hias memang mengalami peningkatan yang signifikan selama masa pandemi Covid-19.

Kondisi ini kemudian dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

“Modusnya pelaku pura-pura menawarkan tanaman hias. Korban yang tertarik kemudian diminta mentransfer sejumlah uang. Namun, setelah uang ditransfer, tanaman tersebut tidak dikirim,” beber Slamet.

“Kami juga sudah berhasil deteksi keberadaan pemilik akun FN Ploris Caca. Seperti perintah Kabareskrim, tak lama lagi kami akan tangkap pemilik akun tersebut,” sambungnya menandaskan. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *