Sakit Hati Hamil Tak Dinikahi Jadi Motif Pembunuhan WN Taiwan di Cikarang

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana memberikan keterangan pers kasus pembunuhan WN Taiwan di Cikarang.

Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mencokok empat dari sembilan tersangka pembunuhan bos toko roti asal Taiwan Hsu Ming Hu (52), di Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat.

Empat tersangka pembunuhan yang dicokok itu adalah SS (37) yang berperan sebagai otak pembunuhan yang menyuruh dan membiayai eksekutor, lalu tersangka AF (31) yang berperan memegangi korban saat ditusuk.

Tersangka ketiga yang diamankan adalah FT (30) yang merekrut eksekutor dan perantara pembayaran, serta tersangka SY yang berperan mengintai korban.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana kepada awak media, Rabu, (12/8) mengatakan, pembunuhan tersebut berawal ketika Hsu Ming Hu yang tinggal seorang diri di Indonesia, menjalin hubungan dengan sekretaris pribadinya berinisial SS, hingga SS hamil.

“Namun Hsu Ming Hu menolak bertanggungjawab atas hamilnya SS. Merasa sakit hati, SS menceritakannya kepada notaris yang biasa mengurus hartanya Hsu Ming Hu untuk melakukan rencana pembunuhan,” kata Nana.

Beberapa hari kemudian, tersangka notaris inisial FN mengabarkan kepada tersangka SS bahwa ada tiga orang yang telah direkrut untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Hsu Ming Hu dengan bayaran Rp250 juta.

“SS kemudian menyanggupi dan membayar DP terlebih dulu sebesar Rp30 juta. Rp25 juta dibayar melalui transfer bank, sisanya dibayar tunai,” jelas Nana.

Selanjutnya, ketiga eksekutor mengintai korban Hsu Ming Hu selama beberapa hari untuk mengetahui pola kerjanya setiap hari.

Setelah itu, para eksekutor yang sudah mengetahui pola kegiatan korban langsung menjalankan aksinya.

“Para eksekutor ini datang ke rumah korban pada 24 Juli 2020 pukul 17.30 WIB dan berpura-pura jadi pegawai pajak serta menagih pajak ke korban sebesar Rp9 miliar,” tutur Nana.

Salah satu dari tiga orang tersangka berinisial S alias Asep alias Jabrik, kata Nana, berpura-pura ke kamar kecil, lalu mengatakan kepada korban jika keran di kamar mandi tidak keluar air.

“Setelah korban ke kamar mandi, di situlah para tersangka melakukan penusukan sebanyak lima kali. Dua kali di dada dan tiga kali di perut hingga korban meninggal dunia,” kata Nana.

Setelah korban meninggal, jenazah korban langsung dibawa ke dalam mobil dan dibuang ke Sungai Citarum, Subang.

Selanjutnya pada 26 Juli 2020, korban ditemukan warga dan ditangani oleh Polres Subang.

“Total ada sembilan tersangka yang melakukan aksi pembunuhan berencana itu. Empat orang sudah kami tangkap dan lima sisanya masih DPO,” ujar Nana.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan atas Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *