Ditlantas DIY Mulai Sosialisasikan Penerapan Sistem E-TLE

Ditlantas DIY mulai menerapan sosialisasi program E-TLE.

Yogyakarta – Direktorat Lalu Lintas DIY mulai melakukan sosialisasi penerapan sistem penegakan hukum electronic traffic law enforcement (E-TLE), Rabu, (12/8).

Sosialisasi penerapan kepada masyarakat dilakukan di titik 0

Langkah ini dilakukan karena lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan dan sebagai refleksi budaya bangsa untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Yogyakarta.

Dirlantas DIY, Kombes Pol I Made Agus Prasatya.

Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol I Made Agus Prasatya mengatakan, penindakan pelanggar lalu lintas melalui kamera E-TLE di era Covid-19 masih bersifat represif non yustisiil atau penegakan hukum bersifat teguran dan peringatan kepada para pengemudi yang berdasarkan rekam jejak electronik tercapture melalukan pelanggaran lalu lintas

Dikatakan, melalui kamera E-TLE yang ditempatkan di beberapa titik ruas jalan raya, segala bentuk pelanggar lalin di antaranya pengendara motor tidak menggunakan helm, menerobos traffic light, melanggar marka jalan, menggunakan handphone saat menyetir kendaraan, tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran batas kecepatan dapat terdeteksi CCTV dan langsung terkoneksi dengan petugas yang berada di back office RTMC Ditlantas Polda DIY.

BACA JUGA:

Untuk pelanggaran lalu lintas yang tercapture kamera E-TLE, selanjutnya petugas akan melakukan verifikasi kendaraan bermotor di database ERI atau Electronic Registration and Identification.

Surat konfirmasi tersebut kemudian akan dikirim melalui layanan pos atau email sesuai data nama pemilik nomor kendaraan pelanggar lalu lintas.

“Pada surat konfirmasi akan tertera bukti Elektronik jenis pelanggaran lengkap dengan foto, tanggal dan waktunya” kata Made Agus.

Selain itu, pada surat konfirmasi terdapat kode barcode yang dapat diakses melalui website WWW.ETLE-DIY.INFO dengan nomor telephone pengaduan
08122999980.

Jka pelanggar tidak segera membayar denda tilang dalam kurun waktu selama 15 hari dari diterimanya surat konfirmasi, maka STNK kendaraannya akan terblokir dan tidak bisa diperpanjang.

STNK akan kembali aktif, setelah pelanggar membayar denda tilang. Denda yang dibayarkan sesuai jenis pelanggaran yang diatur Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

*Namun di era pandemi Covid-19 ini ETLE yang diterapkan masih berupa pengiriman surat konfirmasi ke alamat sesuai database Ranmor yang sifatnya peringatan atau teguran,” Made Agus berujar.

Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, tahap awal kamera E-TLE dipasang di 4 (empat) titik, yaitu di Maguwo Sleman, Ketandan Bantul, Ngabean Kota Yogyakarta dan di Wates Kulonprogo. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *