Kapolri Akui Djoko Tjandra Sosok Terpidana Licik dan Pandai

Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis dan terpidana kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra setelah ditangkap Polri di Kuala Lumpur, Malaysia.

Jakarta – Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Peribahasa ini sangat cocok untuk disandingkan ke Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Bukan apa. Setelah 11 tahun licin berseliweran sebagai buronan kasus hak tagih/cessie Bank Bali usai divonis pidana 2 tahun, pria yang juga dijuluki ‘Joker’ itu akhirnya tertangkap juga.

Djoko Tjandra  dibekuk tim khusus yang dipimpin langsung Kabareskrim, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo  di tempat persembunyiannya di The Avare Condominium, Kuala Lumpur, Kamis, (30/7) siang.

Menyikapi tertangkapnya Djoko Tjandra, Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis dalam keterangan tertulisnya yang diterima awak media, Jumat, (31/7), mengakui  Djoko Tjandra sebagai sosok terpidana yang licik dan pandai.

Sejak divonis hukuman bui 2 tahun pada tahun 2009, Djoko Tjandra dengan ‘licin’ berhasil kabur dan cepat berpindah-pindah tempat hingga sulit terdeteksi.

“Dia selalu berpindah-pindah tempat. Tapi, Alhamdulillah, berkat kesabaran dan kerja keras tim, Djoko Tjandra akhirnya berhasil diamankan,” kata Idham Azis.

Ditutukan Idham, proses penangkapan pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, itu berawal dari perintah Presiden Joko Widodo kepadanya, dua pekan lalu. Idham diperintahkan untuk segera mencari dan menangkap Djoko Tjandra di mana pun keberadaannya.

“Perintah itu kami laksanakan dengan membentuk tim kecil karena infonya yang bersangkutan berada di Malaysia,” Idham berujar.

Setelah tim terbentuk, dia menyambung,  Polri langsung mengirimkan surat ke Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) untuk meminta kerja sama police to police menangkap Djoko Tjandra, yang saat itu terdeteksi berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Dan pada akhirnya proses kerja sama dan kerja keras tim itu berbuah hasil kemarin. Tim yang dipimpin Kabareskrim Polri  Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan didampingi Kadiv Propam Polri Irjen Pol Sigit, berhasil mencokok Djoko Tjandra di Malaysia,” tutur Idham.

Saat ini, lanjut Idham, Djoko Tjandra akan menjalani proses hukum di kepolisian. Setelah itu Polri juga akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, mengingat status terpidana Djoko Tjandra yang seharusnya dieksekusi untuk menjalani hukumannya sesuai putusan pengadilan.

“Proses untuk Djoko Tjandra tentunya ada proses di Kejaksaan untuk ditindaklanjuti. Polri juga akan berkoordinasi dengan KPK terkait kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp904 miliar akibat perbuatannya,” kata Idham.

Ditegaskannya juga Polri juga akan bersikap transparan dalam proses hukum Djoko Tjandra. Siapa pun yang  terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra akan ditindak tegas dan dipidanakan. Tak terkecuali juga oknum Polri, apapun pangkat dan jabatannya.

“Akan kami usut tuntas secara transparan dan obyektif kasus hukum Djoko Tjandra. Ini sudah jadi komitmen kami untuk membersihkan institusi Polri dari para oknum nakal,” ujarnya menandaskan. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *