Tersangka Pencabulan 305 Anak Tewas Bunuh Diri di Tahanan, FORSI Nilai Polda Metro Ceroboh

Tersangka eksploitasi seks 305 anak, Francois Abbello Camille (FAC) alias Frans alias Mister yang tewas bunuh diri dalam sel tahanan. Ketua Umum LSM FORSI, Berman Nainggolan.

Jakarta – Tersangka eksploitasi seks 305 anak, Francois Abbello Camille (FAC) alias Frans alias Mister, warga negara Prancis, tewas bunuh diri di sel tahanan Polda Metro Jaya, Minggu, (12/7) sekitar pukul 20.00 WIB.

FAC ditemukan tewas dengan cara gantung diri menggunakan kabel yang ada di ruang tahanan.

Atas kejadian ini, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Rakyat untuk Transparansi (LSM FORSI), Berman Nainggolan menilai aparat Polda Metro Jaya sudah melakukan kecerobohan  untuk menjaga tahanan.

Apalagi FAC termasuk tersangka kasus besar yang pemublikasian kasusnya juga dihadiri Menteri Sosial, Juliari P Batubara dan dari pihak Staf Presiden.

“Seharusnya di ruang tahanan tidak boleh ada benda yang bisa dijadikan alat oleh tahanan untuk bunuh diri atau melarikan diri. Ini jadi bukti kecerobohan aparat Polda Metro menjaga tahanan” kata Berman kepada awak media, Senin, (13/7).

Menurut Berman, aksi tersangka mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di sel tahanan diduga kuat karena tidak sanggup beban kasus yang menimpanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus secara terpisah menerangkan, ” Saat ditemukan kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel. Tersangka berusaha untuk membebankan dengan badannya yang berat di tembok  untuk percobaan bunuh diri.”

Dikatakannya lagi, oleh petugas FAC sempat diperiksa kondisinya di Bidang Kedokteran, dan Kesehatan Polda Metro Jaya, dan dirujuk ke RS Polri, Kramatdjati, Jaktim.

“Lebih kurang tiga hari dilakukan perawatan, tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB tersangka tersebut meninggal dunia,” Yusri menjelaskan.

Dikatakannya juga, kendati tersangka sudah tewas penyidik yang menangani kasus ini terus bekerja dan sudah berhasil mengungkap identitas 19 korban.

“Jadi gini, 19 yang bisa kita identifikasi kami akan terus berupaya untuk bisa mengidentifikasi korban-korban. Karena ini korban-korban warga kita, anak anak kita semuanya,” kata Yusri.

Menurutnya, penyidik mengalami kendala untuk mengungkap korban lainnya karena masih dibawah umur tidak memiliki identitas diri.

“Saya sampaikan lagi bahwa terkendala di sini mengindentifikasi korban-korban yang lain. Memang ada gambarnya, kalau kita sudah punya e-KTP kita bisa, sudah ada alat polisi namanya face recognition,” kata Yusri mengakhiri pernyataan.

Sebelumnya, kasus pencabulan terhadap 305 anak di bawah umur berhasil terungkap atas adanya informasi masyarakat yang kerap melihat tersangka menawarkan pemotretan terhadap anak-anak di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Atas laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap FAC tengah berada di dalam kamar hotel bersama dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang.

FAC diketahui pertama kali berkunjung ke Indonesia pada tahun 2015 lalu. FAC tercatat berada di Indonesia sejak Desember hingga tertangkap awal bulan Juli 2020 ini.

 Selama berada di Indonesia, FAC kerap berpindah-pindah hotel. Setidaknya, ada tiga hotel di wilayah Jakarta Barat yang diduga menjadi lokasi oleh FAC mencabuli ratusan anak-anak di bawah umur dengan modus fotomodel.

Sejak bulan Desember 2019 hingga Februari 2020, FAC tercatat menginap di Hotel Olympic, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Kemudian, Februari hingga April menginap di Hotel Luminor, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Selanjutnya, April hingga Juni menginap di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Selama menginap di tiga lokasi tersebut, FAC selalu mendesain kamar hotel selayaknya studio foto.

Bahkan FAC terlebih dahulu mendadani atau merias wajah korban sebelum difoto hingga disetubuhi.

“Mereka diiming-imingi akan menjadi fotomodel di kamar. Anak tersebut difoto telanjang, kemudian disetubuhi oleh tersangka,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7) pekan lalu.

Dari tangan FAC, polisi menyita barang bukti berupa 305 video asusila saat FAC menyetubuhi korban, 21 kostum yang dipakai korban untuk pemotretan dan pembuatan video cabul, enam kamera, satu laptop, enam memory card, 20 kondom, dan dua alat bantu seks atau vibrator. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *