Pejabat Kejagung RI Diduga Kuat Salahgunakan Wewenang, LSM-RIB Tuntut Klarifikasi

Kejaksaan Agung RI.

Jakarta – Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Indonesia Berdaya (LSM-RIB) menduga kuat ada penyalahgunaan wewenang yang dilakukan salah seorang pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung RI.

Dugaan yang dimaksud itu adalah perihal pemalsuan surat panggilan yang dibuat oknum pejabat berinisial AW yang kini menjabat sebagai inspektur di Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).

Saat surat tersebut dibuat, AW berposisi sebagai Direktur I, Jaksa Muda bidang Intelijen, Kejagung RI.

“Surat yang diduga kuat palsu itu dibuat tahun 2017 untuk memanggil tiga orang sebagai saksi yakni De, Ha dan Sa untuk sebuah kasus yang melibatkan ketiganya,” jelas Ketua LSM-RIB, Hitler Situmorang kepada awak media, Jumat, (10/7).

“Dan kebetulan salah satu yang dipanggil yakni Sa adalah klien kami. Saat memenuhi panggilan ketika itu, oknum pejabat AW menjadikan ketiganya sebagai saksi dan meminta dana Rp7 miliar untuk penyelesaian,” Hitler menyambung.

Atas dugaan kuat ini, lanjut Hitler, pihaknya sudah coba menyambangi Kejagung untuk meminta klarifikasi kepada AW pada Juni lalu. Namun sayangnya AW tak bersedia menerima dan melayani permintaan klarifikasi dari pihak LSM-RIB.

“Melalui stafnya AW melempar urusan ini ke Puspenkum Kejakgung. Jadi sangat terkesan berlindung ke sistem birokrasi agar aibnya tak sampai terbongkar,” Hitler berujar.

“Padahal tugas Puspenkum adalah juru bicara resmi Kejagung bukan juru bicara oknum pejabat Kejagung yang ditengarai bermasalah,” sungutnya lagi.

Hitler melanjutkan, semangat pihaknya untuk mengklarifikasi dugaan persoalan ini juga terkait dengan dukungan pihaknya terhadap tekad Jaksa Agung, ST Burhanuddin, yang ingin anak buahnya bekerja secara profesional dan ‘tidak nakal’.

“Kami ingin klarifikasi dugaan ini sekaligus membongkar semua kejanggalan yang terjadi. Apalagi kami punya bukti-bukti pendukung dan saksi korban yang menguatkan dugaan ini,” kata Hitler.

“Dan sebagai bentuk dukungan ini, kami berharap Jaksa Agung, ST Burhanuddin mau turun tangan membantu kami untuk meng-clear-kan persoalan ini agar tidak jadi liar dan membesar,” dia menandaskan.

AW sebagai pihak yang diduga kuat oleh LSM-RIB membuat surat panggilan palsu dan meminta uang Rp7 miliar kepada tiga orang yang dipanggil sebagai saksi tak banyak berucap ketika dikonfirmasi.

“Ya enggak apa-apa,” ujarnya singkat melalui pesan Whatsapp. bem

 

 

 

 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *