Cabuli dan Setubuhi 305 Anak Perempuan, Bule Prancis 65 Tahun Dibekuk

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana didampingi Menteri Sosial, Juliari P Batubara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dan Wadireskrimum, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak memberikan keterangan kepada wartawan perihal aksi FAC mencabuli dan menyetubui 305 anak perempuan di hotel.

Jakarta – Tim Subdit 5 Renakta Dit Reskrimum Polda Metro Jaya membekuk warga negara Prancis
bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans alias Mister (65) karena diduga kuat mencabuli dan menyetubuhi 305 anak perempuan di bawah umur.

Aksi eskploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) tersebut dilakukan FAC di beberapa hotel di Jakarta Barat dari rentang waktu Desember 2019 hingga Juni 2020.

“Kita sudah bagi aksi pencabulan tersangka terhadap ratusan anak dalam tiga rentang waktu di tiga hotel. Desember 2019 hingga Februari 2020 di Hotel Olympic Jakarta Barat, Februari hingga April 2020 di Hotel Luminor Jakarta Barat dan
April hingga Juni 2020 di Hotel Prinsen Park,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana kepada awak media, Kamis, (9/7) sore.

Dilanjutkan Nana, dalam setiap aksinya tersangka memberi imbalan Rp250.000 hingga Rp1.000.000 kepada anak yang mau disetubuhi.

Sementara yang menolak disetubuhi akan disiksa dengan ditempeleng dan ditendang oleh tersangka.

“Semua itu dilakukan dengan modus operandi menawarkan para korban yang sebagian adalah anak jalanan menjadi model foto. Para korban yang termakan bujuk rayu kemudian di bawa ke hotel, didandani, difoto, dan akhirnya disetubuhi,” Nana menjelaskan.

Diterangkannya lagi, kasus ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat ke polisi. Mereka mencurigai aksi tersangka yang diketahui melakukan pemotretan anak di bawah umur di Hotel Prinsen Park Mangga Besar Jakarta Barat.

Berangkat dari laporan tersebut, penyidik Subdit 5 Renakta Dit Reskrimum Polda Metro Jaya meluncur ke hotel dan mendapati tersangka dalam kamar dengan kondisi setengah telanjang bersama dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang dan setengah telanjang.

“Tersangka akhirnya diamankan bersama seluruh barang bukti yang didapat, termasuk laptop merk Gigabyte warna Hitam. Namun dalam penyidikan tersangka tak kooperatif untuk membuka laptopnya sehingga kita minta bantuan penyidik Cyber Mabes Polri untuk membukanya,” terang Nana.

“Dan akhirnya kita bisa dapatkan 305 file video pencabulan dan persetubuhan tersangka dengan para korban di laptop tersebut,” sambungnya seraya menambahkan penyidik juga sudah mengindentifikasi 17 korban dengan rentang usia 10 hingga 17 tahun.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana bersama Menteri Sosial, Juliari P Batubara menunjukkan barang bukti milik tersangka FAC untuk melakukan aksinya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, penyidik sudah menjerat tersangka dengan pasal berlapis.

Selain dijerat Pasal 81 jo 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016
tentang Perlindungan Anak, tersangka juga disangkakan Pasal 82 jo 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *