Danpuspom TNI Serahkan Berkas Perkara Tewasnya Anggota TNI ke Oditur Militer

Jakarta – Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Danpuspom TNI) Mayjen TNI Eddy Rate Muis, menyerahkan langsung berkas penyidikan, barang bukti dan tersangka kasus pembunuhan anggota TNI dan pengrusakan di Hotel Mercure kepada Kepala Oditur Militer (Kaotmil) II, Kolonel Sus Faryatno Situmorang, di Pengadilan Militer Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Seperti yang diketahui bersama, telah terjadi kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Letda Mar RW terhadap Serda Romawi Hadi Saputra Babinsa Pekojan Koramil Tambora Kodim Jakarta Barat pada 22 Juni dini hari disaat korban sedang melaksanakan tugas Negara dalam rangka pengamanan di lokasi karantina Covid-19 WNI repatriasi yang pulang ke Indonesia.

Eddy mengatakan, pemberkasan penyidikan yang dilakukan oleh Puspomad dan Puspomal dalam kasus pembunuhan terhadap Serda RHS, Babinsa Pekojan Tambora Kodim Jakarta Barat dan pengrusakan fasilitas pengamanan Covid-19 di Hotel Mercure 22 Juni lalu telah selesai. Saat ini berkas penyidikan, barang bukti dan tersangka diserahkan kepada Otmil untuk proses hukum selanjutnya.

Dalam berkas yang diserahkan tercatat selain Letda Mar RW pelaku tunggal pembunuhan, juga ada dua prajurit TNI lainnya yang terkait dalam kasus tersebut  yaitu Sertu H yang memegang pistol untuk merusak  dan menakut-nakuti unsur pengamanan dilokasi dan  Koptu S yang menyimpan senjata tajam jenis Badik yang digunakan oleh Letda Mar RW untuk menusuk Serda RHS.

Eddy menjelaskan, Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan baik Darat maupun Laut telah memerintahkan kepada Penyidik Pom Angkatan serta Puspom TNI untuk mengungkap fakta yuridis sesuai kejadian yang sebenar-benarnya. Hasil penyidikan ini yang diserahkan ke Oditur untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pada kesempatan itu Eddy juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Polda Metro Jaya yang telah bersama-sama dengan Tim Pom TNI membantu menyidik dan mengungkap kasus ini. Selain pelakunya oknum prajurit TNI, kasus ini juga melibatkan 6 orang warga sipil yang saat ini menjalani proses hukum di Polres Metro Jakarta Barat.

Eddy menjelaskan, proses penegakkan hukum di lingkungan TNI dilaksanakan secara transparan, obyektif, profesional dan proporsional. Untuk itu kepada publik termasuk wartawan dapat mengikuti proses persidangan. fey

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *