Bareskrim Polri Cokok Dua Pelaku Penyebar Hoaks

Tim Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri mencokok dua pelaku yang diduga telah menyebarkan berita hoaks

Jakarta – Tim Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri mencokok dua pelaku yang diduga telah menyebarkan berita hoaks untuk mengajak masyarakat menarik uangnya di bank secara besar-besaran lewat twitter.

Direktur Tindak Pidana Siber Mabes Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi mengakan, kedua pelaku berinisial AY (50) dan IS (35).

Keduanya, ditangkap di dua lokasi berbeda. IY ditangkap di kawasan Jakarta Timur. Sedangkan IS di Malang, Jatim pada Kamis (2/7) lalu.

“Mereka masik kami periksa secara intensif,” katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (3/7).

Dia mengaku, kepada penyidik kedua pelaku mengaku melakukan aksinya karena iseng semata.

“Kami tanyakan motifnya apa? Yang pertama, dia sampaikan adalah iseng,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam berita hoaks tersebut kedua pelaku menuliskan kalau, kondisi tiga bank saat ini sedang tidak sehat.

Ketiga bank yaitu BTN, Mayapada dan Bukopin, dan untuk mengatasi itu, masyarakat sebaiknya mengamankan uangnya agar tidak hilang.

“Keisengan itu yang mereka miliki, namun berdampak negatif bagi masyarakat apabila tidak melakukan check and recheck,” ungkapnya.

Pihak bank lalu melaporkan kejadian itu ke Bareskrim Polri dengan Nomor laporan Polisi bernomor LP/A/0353/VII/2020/BARESKRIM pada 1 Juli 2020.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 1 unit handphone, 1 buah sim card, 1 buah KTP, dan akun Twitter kedua pelaku.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 14 Ayat (1), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Keduanya terancam hukuman 10 tahun penjara. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *