Alumni Akpol 95 Ringankan Beban Nelayan Terdampak Covid-19 di Pulau Harapan

Jakarta – Pandemi Covid-19 menggugah kepedulian sosial para alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1995 untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Para alumni Akpol yang menamakan diri Patria Tama ini menyerahkan bantuan berupa 1.000 paket sembako kepada warga di Pulau Harapan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (13/6).

Sebanyak delapan perwira menengah (Pamen) yang mewakili alumni Akpol 95 berangkat ke Pulau Harapan untuk menyerahkan bantuan tersebut.

Mereka adalah Kombes Pol. Wahyu Bintono, Kombes Pol. Mokhamad  Ngajib, Kombes Pol.  Singgamata, Kombes Pol. Alusiyous Supriadi, Kombes Teguh P, Kombes Pol. Elfri Maith, Kombes Pol Defrian, Kombes Pol. Heru, dan AKBP Andreas Wisnu Judana.

Para alumni Akpol 95 yang kini menduduki sejumlah jabatan strategis ini berangkat dari Pelabuhan Marina Ancol, Jakarta Utara sekitar pukul 10.30 WIB.

Kombes Pol. Wahyu Bintono yang didaulat menjadi Ketua Patria Tama mengatakan pihaknya juga menyerahkan bantuan serupa secara serentak di sejumlah daerah seperti Lampung, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

“Ini kegiatan pertama alumni Akpol 95 di masa pandemi COVID-19 ini. Jika keadaan mendukung, kegiatan seperti ini akan dilakukan kembali untuk membantu warga yang terdampak pandemi virus Corona ini,” kata Wahyu.

Menurut dia, warga Pulau Harapan di Kabupaten Kepulauan Seribu termasuk yang merasakan kesulitan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Sebagai warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, saat ini mereka kesulitan lantaran pembeli ikan hasil tangkapan mereka sangat berkurang jumlahnya. Itu sebabnya, para alumni menyqlurkqn bantuan untuk warga Pulau Harapan,” paparnya.

Hadirnya alumni Akpol 95 membawa bantuan pangan di tengah kesulitan ekonomi ini tentunya disambut gembira oleh warga Pulau Harapan.

“Kami terharu dan sangat berterima kasih atas bantuan dari bapak-bapak polisi alumni Akpol 95. Bantuan sembako ini sangat bermanfaat dan meringankan beban kami sebagai warga nelayan,” kata Arsina, warga Pulau Harapan, yang mendapat bantuan sembako.

Hingga saat ini, menurut Ardina, Pulau Harapan masih berstatus zona hijau atau zona aman dari COVID-19. Warga masih leluasa beraktivitas seperti biasa.

“Tapi, jumlah pembeli ikan hasil tangkapan kami sangat berkurang akibat virus Corona. Dampaknya, penghasilan kami juga sangat berkurang,” pungkasnya. red

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *