Polisi Amankan Pencatut Instagram Ke Akun Facebook

Semanggi – Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap pembuatan dan penggunaan akun medsos Facebook palsu dengan nama LODYA ARUMI SYAKIRA, dari akun instagram bernama alodyadesi. Seorang pelaku, AH alias H, Laki-laki (27), diamankan.

Awalnya pelaku melihat dimedia sosial sebuah akun instagram bernama alodyadesi (korban).

Muat Lebih

banner 300250

“Karena mengagumi kecantikan wanita tersebut kemudian pelaku follow instagramnya, pelaku membuat facebook dengan memakai foto profil korban menggunakan nama LODYA ARUMI SYAKIRA,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, kepada awak media, di Mapolda Metro, Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Tujuan pelaku membuat akun facebook tersebut, lanjut Yusri, supaya orang-orang percaya bahwa Akun Facebook tersebut adalah asli milik alodyadesi.

“Akhirnya sekitar 47 (empat puluh tujuh) orang laki-laki (korban) dari berbagai kalangan yang tertarik dan mengajak untuk berteman sekaligus meminta nomor handphone,” kata Yusri.

Menurut Yusri, untuk memenuhi kebutuhan biologis (pelaku diduga memiliki prilaku seks menyimpang), pelaku selalu meminta kepada laki-laki (korban) tesebut untuk mengirimkan foto alat vital/kelamin.

Dijelaskan Yusri, terkadang pelaku juga meminta untuk dikirim pulsa. “Karena para korban sudah percaya bahwa pelaku adalah seorang perempuan, maka korban-korban tersebut juga akhirnya menuruti permintaan pelaku dengan mengirimkan foto alat kelamin korban,” ungkapnya.

Sadar akun dan foto-fotonya di Instagram dicatut pada akun Facebook milik orang lain, korban DW, membuat laporan polisi nomor LP/2012/III/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 27 Maret 2020.

“Selanjutnya tim opsnal Unit I Subdit 3/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dipimpin oleh Kanit 1 AKP Herman E. W. Simbolon dan Panit AKP Eko Barmula berhasil menangkap pelaku AH di Kp. Tapos Pasar RT 006/002 Kelurahan Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (27/3) yang lalu,” tutur Yusri.

Tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP dan atau Pasal 48 jo Pasal 32 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pelaku juga dikenakan Pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 (lima) tahun.

Pasal 48 jo Pasal 32 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang lnformasi Dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan hukuman penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *