Polisi Amankan Dua Residivis Pelaku Curanmor Yang Gunakan Senpi Rakitan

Semanggi – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor roda dua.

Dua orang pelaku adalah residivis, AP dan RK pelaku pencurian sepeda motor yang setiap aksinya selalu membawa senjata api revolver rakitan, dari rumah kontrakannya, di kecamatan Rumpin, kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (18/2) yang lalu.

Muat Lebih

banner 300250

Bersama tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti motor hasil kejahatan, kunci leter T serta senjata api rakitan jenis revolver berikut sejumlah butir peluru dan 160 butir gotri.

Dari pengakuan tersangka, petugas kembali menggerebek rumah sang pembuat senjata api mereka yakni, SLB, di Pagedengan, Tangerang, pada Senin (9/3/2020) dinihari.

Dari sana didapati 3 buah senjata api laras panjang rakitan hasil buatan SLB. Namun SLB sudah berhasil kabur terlebih dahulu.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng menjelaskan dua pelaku AP dan RK ini dikenal dengan sebutan kelompok Rumpin.

“Sebab mereka berasal dari Rumpin, Bogor sehingga dikenal dengan kelompok Rumpin,” ujarnya, kepada wartawan, di Mapolda Metro, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Dalam setiap aksinya, tambah Gede, mereka selalu membawa senjata api revolver. “Sehingga mereka tak segan-segan melukai siapapun yang memergoki aksi mereka,” katanya.

Menurut Gede, saat ini petugas sedang memburu keberadaan SLB, karena diketahui dialah pembuat senjata api rakitan yang didapat petugas.

Sementara Kabag Binops Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto menyampaikan AP dan RK sudah dua kali mendekam di Rutan Cilodong Depok karena kasus curanmor.

“Keduanya baru bebas akhir Desember 2019 lalu. Setelah bebas, mereka kembali beraksi dan diketahui puluhan kali sejak bebas sampai Maret ini,” ungkap Pujiyarto.

Menurutnya AP dan RK kerap beraksi di wilayah sekitar Tangerang dan Depok. Sejak akhir Desember 2019 sampai Maret 2020 diketahui keduanya sudah 26 kali beraksi.

“Yakni dua kali di Pagedangan, Tangerang dan 24 kali di Depok. Dalam setiap aksinya mereka tak segan-segan melakukan kekerasan dengan membawa senjata api rakitan,” ucap Pujiyarto.

Karena perbuatannya, tutur Pujiyarto, kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun penjara serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *