Seminar Kolaborasi Mabes TNI, Pusjianstra dan Universitas Sahid

Seminar Kolaborasi Mabes TNI, Pusjianstra dan Universitas Sahid

Seminar kolaborasi Mabes TNI, Pusjianstra dan Universitas Sahid mengangkat tema “Penangann Permasalahan Di Laut Natuna Utara Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia” dilaksanakan di Auditorium Pusjianstra TNI, Jl. Kebon Sirih No. 42 Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dalam seminar tersebut, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo Beragama, Prof. Dr. Rajab Ritonga menyampaikan materi tentang Strategi Komunikasi Internasional melalui Perspektif Diplomatik dan Jurnalistik dalam Menghadapi Permasalahan Laut Natuna Utara.

Masalah Natuna telah menjadi isu penting menyangkut hak kedaulatan bangsa. Karena itu diperlukan strategi komunikasi yang tepat agar isu tersebut dapat dipahami semua pihak dengan benar sesuai hukum internasional yang berlaku.

Langkah yang dapat dilakukan pemerintah bersama instansi terkait adalah menjamin keterbukaan informasi yang berkesinambungan. Informasi tersebut dapat dikelola melalui lembaga di pemerintahan yang berperan sebagai crisist centre menyalurkan informasi terkini terkait Natuna. Baik aktivitas nelayan, warga hingga militer di kawasan ini.

Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia juga mengakui meski pemberitaan di media massa masih ada yang salah menafsirkan masalah kedaulatan, namun hal itu cukup efektif menyedot perhatian internasional. Mereka menyadari masalah Natuna menjadi penting bagi Bangsa Indonesia dan stabilitas kawasan di Laut Cina Selatan.

Sulaiman syarif, Sekertaris Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional (HPI) Kemenlu, dalam kesempatan yang sama menyebutkan 9 garis putus yang ditetapkan Cina adalah klaim sepihak karena mereka tidak bisa menyebutkan koordinat yang jelas. Cina dinilai tidak pernah jera memasuki wilayah ZEE dengan dalih “traditional fishing ground” sejak dahulu. Menurutnya, ada tiga solusi yang harus dilakukan terkait Natuna. Indonesia tidak cukup hanya mengklaim di peta, melainkan wajib hadir secara fisik untuk mengeksplorasi kekayaan alam wilayah ZEE.

Dalam kesempatan tersebut, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit menyampaikan, kawasan perairan laut Natuna Utara yang secara administrasi masuk wilayah kabupaten Natuna dan merupakan gerbang terluar Indonesia di bagian utara. Secara Yuridis laut tersebut adalah wilayah indonesia dengan berpegang pada ZEE Indonesia. Sementara adanya klaim sepihak oleh China bahwa wilayah tersebut adalah miliknya yang menjadikan sembilan garis putus-putus (Nine Line) sebagai patokan.

Sementara itu, Kapusjianstra TNI Brigjen TNI Totok Imam Santoso menilai masalah Natuna masih menjadi topik hangat saat ini. Pihaknya mencari masukan dari kalangan sipil dari berbagai ilmu sehingga ada strategi yang tepat untuk menyelesaikannya. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *