WNA Kamerun Otaki Penipuan Gandakan Uang Dollar

banner 468x60

Semanggi – Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang dolar Amerika Serikat atau US Dollar dalam 10 jam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, keempat pelaku yang ditangkap adalah DG alias Ramses, warga negara asing (WNA) asal Kamerun, lalu S alias Sam (42), AMY (50) dan VL (47) alias Leo, dari daerah Salemba, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/2).

Muat Lebih

banner 300250

“Keempat orang tersebut berhasil menipu korbannya EAI, hingga mengalami kerugian sebanyak 10.000 US Dollar atau sekira Rp 140 Juta, di Hotel Arafena, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis 30 Januari 2020 lalu,” ujarnya kepada wartawan, di Mapolda Metro, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Yusri menuturkan, kelompok ini berbagi peran dalam mengelabui korbannya, dengan berdalih bahwa mereka dapat menggandakan uang dolar Amerika Serikat hingga 30 kali lipat dalam jangka waktu 10 jam.

Adapun DG sebagai otak pelaku, sementara S meyakinkan korban, AMY menyiapkan hotel untuk korban, dan VL mencari calon korban.

Kepada korban, mereka menunjukkan video bagaimana uang dollar bisa berlipat ganda. Ini untuk meyakinkan korbannya.

“Jadi mereka juga bermodal uang dolar Amerika. Dengan menunjukan kepada calon korban bahwa uang mereka dari 10 dolar bisa menjadi 30 dolar atau 100 dolar menjadi 300 dolar Amerika,” kata Yusri.

Bahkan kata Yusri mereka juga menyediakan fasilitas hotel kepada korban yang mau uang US Dollarnya digandakan. Yakni dari 10.000 US Dollar dijanjikan akan digandakan menjadi 300.000 US Dollar.

“Syaratnya uang US Dollar yang digandakan harus dibuka 10 jam kemudian setelah diberikan,” kata Yusri.

Karena sangat meyakinkan dengan dalih uang dollar yang digandakan khusus didatangkan seorang WNA asal Kamerun, kata Yusri, ada salah seorang korban yang percaya yakni EAI.

Korban adalah pemain vallas yang memiliki uang 10.000 US Dollar dan berharap uangnya digandakan menjadi 300.000 US Dollar.

“Korban akhirnya menyerahkan uang 10.000 US Dollar ke para pelaku. Kemudian korban diberikan satu pak uang yang menurut pelaku akan menjadi 300.000 US Dollar, namun mesti dibuka 10 jam setelah diberikan. Jika tidak maka gagal,” kata Yusri.

Namun lanjut Yusri, setelah 10 jam lebih, korban membuka satu pak kertas itu dan ternyata isinya hanyalah lembaran kertas hitam dengan bayangan samar-samar uang pecahan 100 US Dollar.

“Yang diterima korban hanyalah lembaran kertas hitam dengan bayangan samar-samar uang pecahan 100 US Dollar. Ini disebut black dollar dan sama sekali tidak laku atau palsu,” ungkapnya.

Karenanya korban mengadukan ke pihaknya, bahwa telah ditipu oleh sekelompok orang dengan tempat kejadian perkara di Hotel Arafena, Senen, Jakarta Pusat.

“Dari hasil penyelidikan, tim berhasil membekuk keempat pelakunya,” kata Yusri.

Dari para pelaku katanya disita ratusan lembar mata uang asing palsu. Yakni 371 lembar uang pecahan 100 Euro palsu, 65 lembar uang pecahan 200 Euro palsu, 86 lembar uang pecahan  500 Euro palsu, 1 (satu) buah pasport  no. 0502843 an. DG, empat unit handphone berbagai jenis dan merk, satu buah tas warna hitam  dan kotak hitam yang berisi 480.000 black dollar palsu.

Karena perbuatannya tambah Yusri, para pelaku dijerat Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *