Langgar UU ITE, Fahri Al Hasbi Kini Bebas

banner 468x60

JAKARTA – Mohammad Fahri AI Hasbi (25) kini sudah bebas setelah menerima vonis dari hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Sebelumnya sempat viral video pemuda bersorban warna hijau mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menko Polhukam Wiranto saat aksi 22 Mei 2019 lalu di Jakarta.

Muat Lebih

banner 300250

Pria asal Palu, Sulawesi Tengah itu tidak terbukti melakukan pengancaman terhadap Presiden Jokowi dan Wiranto sebagaimana dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tertanggal 8 Oktober 2019.

Dalam putusannya, hakim yang diketuai Purwanto SH MH hanya memvonis Muhammad Fahri 8 bulan 15 hari kurungan, karena melanggar Undang Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Terdakwa Mohammad Fahri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan perbuatan membuat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan ancaman,” ujar Purwanto, saat pembacaan sidang putusan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Dalam salinan putusannya, majelis hakim menjatuhkan vonis kepada terdakwa dengan penjara selama 8 bulan 15 hari.

Menetapkan Iamanya masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruh dari pidana yang dijatuhkan.

Kuasa Hukum Mohammad Fahri, Amriadi Pasaribu SH mengatakan, kliennya sudah ditahan sejak 2 Juni 2019.

Dengan adanya vonis 8 bulan 15 hari, maka otomatis kliennya bebas.

“Klien kami sudah mengakui perbuatannya dan menyesal. Dan seluruh permintaan maaf sudah dikirimkan dan mendapat balasan serta analisa hukum dalam bentuk Nota Pembelaan (Pledoi). Begitu juga dengan seluruh pembuktian di dalam acara persidangan,“ ujar Amriadi Pasaribu dalam keterangan resminya yang diterima TOPIKONLINE, Minggu (16/2/2020).

Pembebasan Mohammad Fahri dibebaskan dari penjara pada Kamis 13 Februari Ialu. Hal ini sesuai surat dari Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat.

“Kami melihat dari kepribadian Fahri selama dalam tahanan dan proses persidangan adalah keluhuran nilai Islam yaitu berkelakuan baik,” kata Amriadi.

Amriadi berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu berhati-hati dalam ucapan atau perbuatan, khususnya di media sosial ataupun yang lainnya.

“Klien kami berharap bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi dengan satu tujuan, yakni meminta maaf secara Iangsung. Hal ini sesuai ajaran Islam, mengingat klien kami termasuk pemuda yang taat ibadah,” pungkasnya. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *