Polisi Ungkap Pemalsu Sertifikat Properti Menggunakan E-KTP Palsu, Total Kerugian Rp 85 Miliar

banner 468x60

Semanggi – Subdit Harda Dirkrimum Polda Jaya menggulung mafia tanah yang menjual tanah dan bangunan milik pasangan Indra Hoesein dan Nadine Indra Danuningrat, yang terletak di Jalan Brawijaya III No 12, Jakarta Selatan.

Adapun tersangka yang diamankan, Dedi Rusmanto (menjalani hukuman di LP Cipinang), Raden Hadi alias Adri alias notaris Idham, Arnold Yosep DJ Siahaya, Indra Hoesein (Figur) alias Henry Primariady, Nadine (Figur) alias Indah alias Siti Djubaedah, Bugi Martono, Dimas Okgi Saputra, Ir. Denny Elza alias Teguh.

Muat Lebih

banner 300250

Sementara dua tersangka lain masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Neneng Zakiah dan Diah alias Ayu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kasus itu bermula mengelabui Indra untuk menyerahkan sertifikat asli rumah dan tanahnya yang berlokasi di Jakarta Selatan, mafia ini menjual lahan pasangan itu senilai Rp11 miliar lebih.

“Lantas seseorang bernama Diah menemuinya dan menyatakan minat untuk membeli rumah itu,” ujarnya kepada wartawan, didampingi Menteri ATR/BPN Sofjan Djalil, di Grand Mercure Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Diah meminta Indra untuk pengecekan keaslian sertifikat properti di Brawijaya itu ke Kantor Notaris Idham di kawasan tebet, Jakarta Selatan. “Nah, di sinilah kejahatan mulai terjadi,” jelas Nana.

Di kantor notaris itu, seseorang bernama Raden Handi alias Adri mengaku sebagai Notaris Idham dan memfotokopi sertifikat asli rumah Brawijaya. Selanjutnya Raden Handi menyerahkan fotokopi sertifikat itu kepada Dedi Rusmanto. Dedi kelak memalsukan sertifikat rumah Brawijaya itu berdasarkan salinan yang ia terima dari Raden Handi.

Sertifikat palsu yang dipegang Dedi Rusmanto lantas ditukar dengan sertifkat asli pemilik Indra Hoesin ketika pengecekan dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional.

Dalam pengecekan pada 29 Januari 2020 di BPN itu Dedi Rusmanto yang mengaku mewakili pihak pembeli meminjam sertifikat asli dengan alasan untuk memfoto kopi. Namun, yang dilakukan Dedi adalah menukar sertifikat asli yang kemudian ia kuasai dan menyerahkan sertifikat palsu kepada pihak penjual.

Walhasil, Dedi memegang sertifikat asli, sedangkan Indra tanpa sadar hanya memegang sertifikat palsu. Dedi lantas menyerahkan sertifikat asli kepada Diah yang pertama kali menemui Indra pemilik rumah Brawijaya.

“Penyerahan sertifikat asli oleh Dedi Rusmanto kepada Diah ditemani Arnold berlangsung di Cilandak Town Square. Dedi menerima imbalan sebesar Rp30 juta,” kata Nana.

Kejahatan Diah selanjutnya adalah menjual properti di Brawijaya itu kepada Fendi melalui Kantor Notaris Aldi Putra Johan.

“Semua disiapkan, termasuk pasangan Indra dan Nadine palsu. Juga rekening atas nama Indra Hoesein di Bank Danamon yang palsu juga untuk menerima transfer jual-beli properti tersebut,” kata Kapolda.

“Uang yang ditransfer Fendi ke rekening itu total Rp11,175 miliar. Selanjutnya, dari rekening Danamon ditransfer lagi sebanyak Rp11 miliar kepada rekening Bugi Martono di Bank BCA,” tutur Nana.

Selanjutnya Bugi Martono mengambil dana tunai dan menyerahkannya kepada Arnold dan Neneng.

Namun, pada Februari 2020, kejahatan mereka terbongkar semua. “Raden Handi dan Arnold adalah pemain lama yang pernah dihukum sebelumnya dalam kasus serupa,” kata Kapolda.

Nana menambahkan, keduanya mengulangi perbuatannya ketika masih dalam status bebas bersyarat, sehingga layak disebut mafia tanah yang berkomplot menguangkan properti orang lain dengan memalsukan dokumen.

Sementara kerugian dalam kasus ini Rp75 miliar dari pemilik properti, dan Rp11 miliar dari Fendi, jadi total kerugian mencapai Rp85 miliar.

Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dan atau Undang Undang RI Nomor 8 tahun 2010 Pasal 3, 4, dan 5.

“Dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun,” ucapnya.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Nana juga menegaskan pihaknya akan memberikan reward kepada tim Subdit Harda yang telah mengungkap kasus properti tersebut. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *