AKBP Slamet Widodo : Tertib Berlalulintas Harus Datang Dari Diri Sendiri

JAKARTA – Kasatlantas Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Slamet Widodo mengatakan, kasadaran tentang tertibnya dalam berlalu lintas itu, harus datang dari dalam diri sendiri, mulai dari rumah, lingkungan, hingga tempat umum.

“Jika hal ini dipahami oleh masyarakat, maka kenyamanan dan keamanan dalam berlalulintas akan tercipta dengan baik,” kata AKBP Slamet, di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Selain itu, kelayakan kendaraan sebelum beroperasi, juga harus diperiksa terlebih dahulu terkait kelengkapan kendaraan, yang mencakup dari rem, lampu sein, dan Ilir mesin yang terdapat pada kendaraan tersebut.

Bahkan, faktor manusia juga, yang menjadi dominan, dimana diwajibkan untuk menaati seluruh peraturan serta undang – undang yang berlaku.

“Jadilah polisi lalulintas bagi diri sendiri, agar menjadi panutan bagi keluarga, masyarakat lingkungan dimana kita berada,” tegasnya.

Sementara itu, faktor yang mendominasi ditemukan dilapangan terkait terjadi angka kecelakaan itu, lanjut Slamet, dimana pengendara yang tidak kehati – hatian,  selalu mengejar waktu.

“Akibatnya, nyawa melayang,” terangnya.

Selain itu, kurang menyadari tingkat resiko yang ditimbulkan saat berkendara dijalan umum serta pejalan kaki. Begitu juga, kurangnya perhatian orangtua terhadap anak dibawah usia.

“Dimana pengendara dibawah usia, diberikan kebebasan dalam mengendarai baik kendaraan roda dua, maupun kendaraan roda empat,” tandasnya.

Sebelumnya, angka kecelakaan kendaraan bermotor di wilayah Jakarta Utara pada tahun 2019 meningkat cukup drastis.

Kasatlantas Jakarta Utara AKBP Slamet Widodo mengatakan pada tahun 2019, total ada 964 kasus kecelakaan yang ditangani mereka.

Jumlah itu terpaut jauh jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 547 kecelakaan.

Slamet kemudian merincikan, dari 964 kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tahun 2019, setidaknya ada 137 korban yang meninggal dunia, 9 luka berat, dan 818 luka ringan.

Sementara di tahun 2018 tercatat ada 149 korban meninggal dunia, 7 luka berat dan 534 luka ringan.

Dari peningkatan itu, Satlantas Jakarta Utara kemudian menggelar rapat dengan berbagai instansi untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di tahun depan.

“Kita sebagai stakeholder jadi penanganannya masing-masing stakeholder. Itu tinggal tanggung jawab masing-masing baik Polisi, Dishub, Pertamanan dan lain-lain,” ujar Slamet saat dikonfirmasi Kamis (19/12/2019).

Masing-masing instansi diharapkan menjalankan tugas pokoknya agar meningkatnya angka kecelakaan di Jakarta Utara bisa teratasi.

“Seperti polisi melakukan patroli, penempatan anggota-anggota patroli, dan lain-lain,” ucap Slamet. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *