Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Heroin dan Sabu

Semanggi – Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis heroin dan sabu. Empat orang bandar ditangkap dari kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, sementara seorang lagi tertembak karena melawan.

Heroin yang disita sebanyak 1.050 gram. Sedangkan sabu yang disita sebanyak 1 gram dari Jerry alias Japra (meninggal dunia akibat tertembak), Dewata, Soni Wibowo dan Adila, yang diamankan pada Rabu (29/1) dan Kamis (30/1).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, awalnya Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya memperoleh informasi dari masyarakat mengenai adanya pemain dan bandar narkotika jenis heroin, yang sering mengedarkan di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Selanjutnya tim dibawah pimpinan Kanit 2 Subdit 3, Kompol Dicky F. Bachriel, menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud, Rabu (29/1/2020).

“Hasil penyelidikan, tim berhasil menangkap tersangka Dewata di Jalan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dengan barang bukti heroin sebanyak 7 gram,” ujar Yusri, dalam jumpa pers Mapolda Metro Jaya, Senin (3/2/2020).

Kepada Polisi, Dewata menyebutkan heroin 7 gram tersebut didapatkan dari Jerry alias Japra.

“Dari sana, lewat tersangka Dewata, petugas memancing Jerry lewat telepon untuk mengantarkan heroin lagi,” kata Yusri.

Selanjutnya Jerry datang sekitar pukul 17.30, petugas langsung melakukan penangkapan. Dari tangan Jerry disita 8 gram heroin dan 35 gram heroin lagi yang disembunyikan di jok motor. Jadi totalnya ada 43 gram heroin.

Dari sana, lanjut Yusri, pihaknya terus melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Seno Wibowo bersama temannya Adila di daerah Bintaro.

Berhasil diamankan barang bukti alat hisap sabu dan sabu 1 gram.

Yusri menjelaskan dari hasil interogasi terhadap tersangka Seno diketahui bahwa Jerry adalah bos atau bandar besar narkoba jenis heroin.

“Juga diketahui bahwa Jerry masih menyimpan heroin sebanyak 1 kg. Kami lalu lakukan pengembangan atas Jerry agar menunjukkan heroin 1 kg itu,” tuturnya.

Menurut Yusri, Jerry mengaku menyimpan heroin 1 kg di sekitar pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

“Tim lalu melakukan pengembangan ke sana bersama tersangka Jerry. Yang menurut informasi Jerry, 1 kg heroin disimpan di tempat sampah di sana” ucapnya.

Saat pengembangan itu kata Yusri, tersangka Jerry meminta borgolnya dilepas karena hendak buang air kecil.

“Tapi tiba-tiba tersangka Jerry melakukan penyerangan dan mencoba merampas senjata petugas. Terpaksa petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak tersangka,” katanya.

Tim langsung membawa tersangka Jerry ke RS Polri, Jakarta Timur untuk mendapatkan pertolongan.

“Namun saat dalam perjalanan tersangka Jerry meninggal dunia karena kehabisan darah,” katanya.

Dari hasil pendalaman dan pemeriksaan dokter, kata Yusri diketahui tersangka Jerry mengidap HIV/AIDS. “Juga salah satu dari tiga tersangka yang kami tahan juga mengidap HIV/AIDS. Mereka mengidap itu karena penggunaan heroin dengan jarum suntik,” katanya.

Yusri memastikan pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengetahui asal heroin kelompok ini.

Terhadap tiga tersangka yang ditahan, jelas Yusri, mereka akan dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun,” tutup Yusri. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *