Polisi Bongkar Prostitusi Melibatkan Anak Dibawah Umur dari Sebuah Kafe di Rawa Bebek

banner 468x60

Semanggi – Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus eksploitasi terhadap anak dibawah umur, dari sebuah kafe di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin (13/1) lalu. Anak-anak tersebut berusia 14-18 tahun.

Dari pengungkapan tersebut polisi juga berhasil menyelamatkan 10 orang anak-anak, dan mengamankan enam tersangka yaitu, R alias mami A sekaligus pemilik kafe.

Muat Lebih

banner 300250

“Tersangka R alias A, yang memaksa anak-anak itu berhubungan badan dengan pria-pria hidung belang yang datang berkunjung,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Metro, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Kemudian, lanjutnya, ada juga mami T, alias A, merangkap sebagai mucikari, dia juga memaksa anak-anak tersebut untuk melayani pria hidung belang.

Yang ketiga ada tersangka inisial D, alias F, dan satu lagi insial T, sebagai pencari anak-anak di bawah umur untuk kemudian dijual kepada mami-mami tersebut. Lalu ada E anak buah mami, A alias R yang juga bekerja sebagai cleaning servis di kafe tersebut.

“Dari pengakuannya, mereka menjual anak-anak tersebut seharga Rp750.000 – Rp1.500.000 kepada mami,” jelas Yusri.

Menurutnya, anak-anak ini disuruh menemani para tamu minum, tapi kemudian sampai dengan menemani untuk berhubungan badan.

Anak-anak ini dibayar Rp150.000 tiap kali menemani pengunjung, dengan pembagian Rp60.000 untuk si anak.

“Pembayaran untuk si anak dikasihkan pada akhir bulan,” kata Yusri.

Para tersangka dijerat dengan UU RI Nomor 32 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman 10 tahun penjara.

“Kita lapis dengan pasal 269 KUHP dan pasal 506 KUHP, dengan harapan para tersangka dapat di hukum dengan seberat-beratnya,” tutup Yusri. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *