Subdit Kamneg Polda Metro Amankan Tiga Pelaku Stemcell Tidak Berizin

banner 468x60

Semanggi – Subdit I Kamneg Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku praktek kedokteran tidak memiliki izin praktik yang melakukan penyuntikan Stemcell menggunakan alat farmasi yang tidak sesuai standar.

Dari pengungkapan tersebut polisi mengamankan tersangka dokter OH, YW dan LPJ.

Muat Lebih

banner 300250

Demikian diutarakan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana kepada wartawan, di Mapolda, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

“Berawal adanya informasi dari masyarakat mengenai adanya praktek penggunaan Steam Cells yang diduga illegal/tidak berizin yang berlokasi di Hotel Grand Dika, jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan serta di klinik HUBSCH yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan dengan menggunakan obat berupa Steam Cells berlogo Kintaro yang berasal dari Jepang dengan harga sebesar Rp. 230.000.000,- untuk 1 (satu) botol/ampul,” ujarnya.

Dijelaskan Nana, tempat tersebut tidak ada izin, tidak ada izin edar, tidak ada izin praktek dan tidak ada izin usaha.

“Ketiganya ditangkap melalui operasi tangkap tangan, saat sedang melakukan praktek,” katanya, didampingi pihak Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Badan POM, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto, Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Yusri Yunus.

Tersangka YW dan Tersangka LPJ mendatangkan serum stem cell dari Kintaro Jepang, kemudian serum stem cell dijemput/diambil di Bandara Soekarno Hatta karena serum hanya bertahan dalam waktu 48 jam.

Selanjutnya klinik yang sudah bekerja sama HUBSCH Clinik dijadikan tempat untuk melakukan infuse serum stem cell kepada pasien.

Sementara Dr. OH sebagai Dokter Umum sekaligus pemilik klinik yang bertugas melakukan tindakan infuse kepada pasien.

Serum Stem Cell ini oleh pelaku dijual seharga $16.000 USD atau sekitar Rp. 230.000.000 dimana pasien yang akan membeli/menggunakan serum stem cell ini harus menyetorkan DP terlebih dahulu
sebesar 50% yakni jumlah $8.000 USD kepada YW, selanjutnya oleh YW langsung order transfer ke KINTARO CELLS POWER CO LTD di Jepang dan produk serum akan dikirim ke Indonesia langsung dijemput oleh YW di Bandara dan langsung dibawa ke klinik untuk segera disuntikan kepada
pasien.

LJP berperan mencari konsumen melalui promosi seminar dan iklan media sosial. Sisa pembayaran yang sejumlah $8.000 USD dibayarkan pada saat selesai dilakukan penyuntikan/infus stem cell tersebut.

Para Tersangka dikenakan Pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76 UU RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan atau Pasal 201 jo Pasal 197 jo Pasal 198 jo Pasal 108 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

“Dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar,” pungkasnya. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *