Sepanjang 2019, Angka Kejahatan di Wilayah Hukum Polda Metro Turun 1.014 Persen

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) saat menggelar rilis akhir tahun di BPMJ, Jumat, (27/12) siang.

Jakarta – Sepanjang tahun 2019, angka kejahatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jumlah kasus pidana pada tahun 2019 tercatat sebesar 32,614 persen, turun sebanyak 1,014 persen dibanding tahun 2018 yang mencapai 33,628 persen.

Sementara untuk penyelesaian tindak pidana pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 98 persen, lebih tinggi 10 persen dibanding tahun 2018 yang hanya 88 persen.

Pernyataan ini disampaikan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat menggelar rilis akhir tahun 2019 di Balai Polda Metro Jaya (BPMJ), Jumat, (27/12) siang.

“Angka ini menjadi bentuk akuntabilitas publik tentang pelaksanaan tugas yang dilakukan Polda Metro Jaya selama setahun dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata perwira bintang tiga yang sebentar lagi akan menjabat sebagai Wakapolri kepada wartawan.

BACA JUGA:

Dilanjutkannya lagi, meski mengalami penurunan selama tahun 2019 masih terdeteksi kasus-kasus menonjol seperti, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), penganiayaan berat (anirat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pemerasan, perkosaan, kebakaran, judi dan kenakalan remaja.

“Curas tahun 2019 turun jadi 266 kasus dibanding tahun 2018 sebesar 340 kasus. Kemudian curat menjadi 1.279 kasus dari sebelumnya 1.668 kasus,” jelas Gatot.

“Kemudian anirat dari 828 turun jadi 650 kasus, pembunuhan dari 53 turun jadi 34 kasus, curanmor dari 1.279 turun jadi 1.138 kasus, judi dari 150 turun jadi 136 kasus, pemerasan dari 230 turun jadi 168 kasus, narkotika dari 5.844 turun jadi 5.231 kasus serta kenakalan remaja dari dua kasus turun jadi satu kasus di tahun 2019.”

“Sedangkan yang naik tahun ini cuma dua yakni kebakaran dari 452 menjadi 479 kasus, dan perkosaan dari 33 menjadi 37 kasus,” bebernya.

Sementara untuk waktu kejahatan (crime clok) di tahun 2019 mengalami percepatan menjadi 16 menit 11 detik dibanding tahun 2018 yakni 16 menit 44 detik. frynang/bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *