Kali Pertama, Kabid Humas Polda Metro Batasi Media Peliput Kunjungan Malam Natal Panglima TNI – Kapolri

Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Yusri Yunus.
banner 468x60

Jakarta – Kegiatan pengecekan pengamanan perayaan malam Natal oleh Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di tiga gereja di Jakarta rupanya tak bisa diliput semua media yang biasa beraktivitas di Polda Metro Jaya.

Dari puluhan media yang tercatat dan terdaftar, baik di Humas Polda Metro maupun di Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro, cuma segelintir media yang diajak langsung untuk meliput kegiatan tersebut.

Muat Lebih

banner 300250

“Maaf, kami hanya menyediakan satu bus untuk yang disiapkan untuk peliputan pengamanan malam Natal. Bus itu diisi oleh tiga stakeholder yakni wartawan, humas Polri, dan humas TNI,” kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Yusri Yunus kepada puluhan wartawan yang berada di depan gedung Promoter Polda Metro Jaya, Selasa (24/12) sore.

“Karena bus yang disediakan terbatas, yang bisa ikut liputan hanya media televisi dan media besar saja,” tambahnya lagi.

Pernyataan yang dilontarkan Yusri itu sontak membuat puluhan wartawan di gedung Promoter Polda Metro Jaya meradang. Pasalnya, selama bertahun-tahun kegiatan itu diadakan, baru tahun ini jumlah media yang bisa meliput dibatasi.

Apalagi sebelumnya Humas Polda Metro sudah menyebar undangan terbuka melalui Grup WhatsApp pada Senin (23/12) pukul 19.17 WIB. Pesan undangan yang disebar itu berbunyi;

“Selamat petang rekan rekan media dinfokan besok hari  Selasa Tgl. 24 Desember 2019 Pukul 17.00 wib giat kunjungan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya ke Gereja Gereja di wilkum Polda Metro Jaya. Mohon rekan rekan untuk mengikuti dan melakukan peliputan

Atas kerjasamanya diucapkan trimakasih

Kumpul didepan Gedung Promoter pukul 17.00 wib dan disiapkan bus

‘Kasubbid Penmas”

“Saya tak ngerti cara Kabid Humas ini. Padahal tahun-tahun sebelumnya tak pernah dibatasi media untuk meliput kegiatan ini. Polri itu kan butuh media, janganlah di batas-batasi, itu sama saja melanggar UU Pers,” sungut seorang pewarta di Polda Metro yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:

Dikatakannya lagi, selain kesal atas pembatasan media yang meliput, dirinya juga kesal dengan ucapan Kombes Pol Yusri Yunus yang mengatakan wartawan tua tidak boleh ikut.

“Itu saya dengar langsung dia ucapkan sambil menunjuk-nunjuk di depan ketua pengurus Balai Wartawan Polda Metro, Naek Pangaribuan. Saya sudah puluhan tahun meliput di Polda Metro, tapi baru tahun ini saya merasakan ada diskriminasi humas terhadap media,” sesalnya.

“Nama saya tak perlu ditulis di berita tapi saya yakin semuanya bisa menebak saya siapa. Saya juga berharap Kapolda Metro agar lebih teliti lagi memilih pejabat humas yang bisa meneladani atau bahkan lebih baik lagi dari Kabid Humas sebelumnya,” sambungnya lagi menandaskan. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *