Subdit Kamneg Polda Metro Ungkap Penipu Calon Pegawai KAI Dengan Kerugian 135,5 Juta

Semanggi – Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil melakukan pengungkapan tindak pidana penipuan dengan modus pelaku mengaku pejabat PT. KAI terhadap penerimaan pegawai PT. KAI fiktif. Dengan tersangka IL dan FTS.

Saat menjalankan aksinya, ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, kedua tersangka membuat grup WA pada 22 Agustus 2019, menjanjikan dapat memasukkan menjadi Pegawai PT. KAI tanpa mengikuti seleksi atau test.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dalam grup WA tersebut, FTS menggunakan tiga Nomor Handphone, dengan Nomor Handphone yaitu :
a. 089504604058 mengaku sebagai (mencatut nama WAWAN ARIYANTO) selaku Direksi PT. KAI;
b. 082176835978 mengaku sebagai (mencatut nama ENDANG GUNAWAN) selaku HRD PT. KAI; dan
c. 085267867771 mengaku sebagai (mencatut nama YUSKAL) selaku Vice President Train Crew PT. KAI.

“Didalamnya terdapat nama tiga orang direksi, yang dicatut tersangka. Serta 30 orang korban,” kata Yusri, kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Kepada para korban, lanjut Yusri, akan ditempatkan dan mendapat jabatan dengan posisi sebagai Sekretaris Dirut PT. KAI, Kepala Stasiun Kereta Api dan Kadaops I sampai Kadaops IV.

“Selain itu, tersangka juga menjanjikan fasilitas rumah dinas, kendaraan iventaris kantor dan tunjangan kesehatan meminta sejumlah uang kepada para korban untuk keperluan pembelian seragam kerja, dan pembuatan tabungan gaji pegawai,” jelasnya, didampingi Direktur SDM dan Umum PT KAI, R Ruli Adi.

Kemudian FTS menghubungi secara pribadi melalui WA tersangka IL dengan memfigurkan seolah-olah Wawan Ariyanto menjanjikan rekrument pegawai PT. KAI tanpa melalui tes.

Selanjutnya IL melakukan perekrutan pada awalnya terhadap 3 (tiga) korban, setelah ada calon pegawai/korban, FTS mulai meminta sejumlah uang kepada para calon pegawai/korban dengan besaran berfariasi antara Rp 1.250.000.- s.d. Rp 4.050.000.- dengan alasan untuk keperluan pembelian baju seragam dinas dan pembukaan nomor rekening bank untuk gaji (Payroll).

Setelah itu, pada Oktober 2019, Wa grup KAI dengan WA Wawan Ariyanto (nomor HP 089504604058) sudah mempunyai 40 (empat puluh) anggota.

Tersangka FTS meminta kembali uang kepada calon pegawai/korban dengan jumlah yang bervariasi antara Rp 1.250.000.- s.d. Rp 4.050.000.- yang diminta untuk keperluan pembelian Seragam Dinas dan pembukaan nomor rekening bank untuk gaji (Payroll).

Kemudian FTS menghubungi IL untuk mengatakan bahwa akan mengagendakan pengambilan seragam dinas dan penyerahan nomor rekening kepada PT. KAI di Kantor Pusat Bandung pada 21 Oktober 2019.

Akan tetapi Tsk memberikan alasan bahwa
pengambilan seragam dinas oleh Tersangka FTS menggunakan 082176835978 sebagai ENDANG GUNAWAN (HRD PT. KAI) karena adanya mutasi jabatan Wawan Ariyanto menjadi Direktur Utama PT. KAI dan Endang Gunawan menjadi Deputi PT. KAI.

Sehingga kuota rekrutmen pegawai harus terpenuhi, penetapan penambahan Gaji Pegawai dan dipastikan diundur pada tanggal 4 November 2019 yang dikirimkan melalui WA tersangka IL.

Pada tanggal 4 November 2019, dijanjikan penyerahan seragam dinas akan tetapi lagi-lagi oleh tersangka FTS diundur dengan alasan sedang ada meeting Direksi PT. KAI membahas tentang penambahan uang gaji pegawai.

Kemudian FTS mengagendakan untuk bertemu di Stasiun Gambir Jakarta Pusat untuk pengambilan seragam dinas dan rekening gaji pada 18 November 2019, setelah bertemu di Kafe FORE Stasiun Gambir Jakarta Pusat.

Pada pertemuan tersebut FTS bertemu dengan IL, bahwa yang telah menerima uang hasil perekrutan yang telah ditransfer ke Rekening Bank BCA.

FTS mengaku bahwa kartu ATM tersebut dipegang oleh Wawan Ariyanto dan selanjutnya pengambilan seragam ditunda karena terkait pengangkatan jabatan Wawan Ariyanto di Stasiun Cikini Jakarta Pusat.

Setelahnya FTS menawarkan kepada seluruh anggota grup kalau memang tidak sabar bisa dikembalikan/direfund.

Tersangka FTS juga membuat surat panggilan seolah-olah para korban diterima bekerja di PT. KAI dan surat panggilan tersebut akan dikirim pada Jumat (27 November 2019), akan dikirim ke
masing-masing calon pegawai/korban dan sampai dengan sekarang ternyata fiktif.

Kasus tersebut dilaporkan oleh AZ dan 42 (empat puluh dua) orang lainnya yang merasa ditipu kedua tersangka. Dengan total kerugian mencapai Rp 135.550.000.

Atas kasus tersebut, FTS dan IL dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 4 (empat) tahun.

Pada kesempatan itu, Direktur SDM dan Umum PT KAI memberikan apresiasi dan piagam penghargaan kepada Polda Metro Jaya atas pengungkapan kasus tersebut. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *