Pertumbuhan Industri Mamin Lambat, TEGUK Melesat

Jakarta, topikonline.co.id – Data yang dilansir Kemenperin menunjukkan pertumbuhan industri makanan dan minuman (Mamin) memasuki akhir tahun ini baru 8 persen dari yang ditargetkan sebesar 9 persen, akan tetapi momen natal dan tahun baru agaknya mampu mendongkrak pertumbuhan. Salah satunya yang turut mendongkrak adalah brand minuman TEGUK. Brand yang bermula dari gerai kecil kini menjelma menjadi leader diminuman kekinian dan sudah memiliki ratusan outlet di daerah Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. Sudah barang tentu, brand minuman ‘Teguk’ siap merajai pasar segmen menengah bawah, dan menjadi ancaman besar bagi usaha minuman kekinian, mulai dari Boba, Thai Tea maupun Kopi-kopian. Pasalnya, Teguk menyuguhkan menu minuman high class dengan harga kaki lima.

Najib Wahab Mauluddin, Seorang Entrepreneur Muda Asal kota Bandung yang tinggal di Jakarta saat ini dan sekaligus mantan karyawan Profesional Astra, MedcoEnergi, Holcim dan juga pernah di Pertamina saat ini menjelma menjadi seorang Pengusaha Muda di banyak Sektor mulai dari Energy, Infrastuktur, Logistik, Alat Berat dan Juga Food And Baverage yang beromset Ratusan Milyar.

Kini Najib Wahab menyentuh bisnis ritel minuman kekinian dan sekaligus dibalik kesuksesan minuman Teguk.
“Berawal dari keinginan agar masyarakat di kelas bawah bisa merasakan minuman mewah tetapi tidak perlu mahal, seperti slogannya. Makanya kita ciptakan Teguk,” kata Najib Wahab, founder brand Teguk pada tahun 2018.

Najib Wahab mengungkapkan bahwa bahan baku yang ia gunakan untuk produk minumannya tersebut adalah produksi sendiri maupun bahan baku yang masih di supply dari vendor berkualitas dan bermerek, baik dari suplier lokal, maupun impor.
“Yang membedakan minuman kita itu , yang pertama mewah tapi murah. Yang kedua rasa yang kita punya tidak kalah dengan rasa yang ada di mall dengan kualitas sama. Yang ketiga crew bisa langsung berkomunikasi dengan customer, bisa melihat langsung cara pembuatannya,” ungkap Najib Wahab.

Rasa optimis Najib Wahab pun dibuktikannya sejak pertama memasuki pasar pada Oktober 2018. Kehadiran Teguk di Tangerang langsung mendapatkan respon positif dari masyarakat. Hal ini menurutnya, dikarenakan inovasi menu minuman yang cukup menarik pasar.
Dengan gebrakan menu terbaru Teguk, yaitu Boba Creme Brulee. semakin membuat teguk terdepan dalam inovasi minuman kekinian. Salah satu hal menarik yang membuat kamu harus membeli TEGUK adalah langsung membeli digerainya karena adanya suguhan pertunjukan yang unik, apalagi kalau bukan proses pembuatan Boba Creme Brulee yang dibakar diatasnya, sehingga kamu bisa melihat bagaimana boba dipadukan brown sugar yg meleleh diatas gurihnya krim keju, ulala. Menu minuman yang biasa dijajakan di mal pun berhasil ia suguhkan untuk segmen bawah.

Harga yang dipatok untuk minuman tersebut yaitu mulai dari Rp5000 hingga Rp19.000. Tentu mejadi harga yang sangat kompetitif. Terkenal dengan sistem grab and go. Target market TEGUK  bukan saja untuk remaja mahasiswa-mahasiswi, ternyata market datang dari warga setempat yang umurnya itu ya usia 15-25 tahun. Ternyata ada yang beli anak SD sampai orang tua, Najib mengaku penjualan Teguk cukup besar, yaitu sekitar 300 sampai 500 cup setiap gerainya per hari.

Untuk tempat atau kedai penjualan, Teguk memiliki perbedaan tersendiri dari brand kaki lima lainnya. Teguk dijajakan melalui gerai yang mirip dengan gerai pinggir jalan, namun dengan desain seperti suasana di Mal.

Salah satu gerai TEGUK dipadati para pembeli yang loyal

Teguk juga memiliki dua jenis gerai, pertama gerai yang sudah jadi dengan ukurannya minimal 3×4 meter.  Dan yang kedua ada jenis kontainer 2×3 meter. Untuk lokasi, Teguk mengincar lokasi – lokasi dipinggir jalan dan padat penduduk agar mudah dicari dan tentu lebih dekat dengan target customer-nya.
Teguk juga sudah tersedia di aplikasi – aplikasi order online sehingga makin memudahkan customer untuk menikmati Teguk, tanpa keluar rumah pun kini teguk sudah bisa dinikmati.

Pada tahun 2020 Najib Wahab menargetkan membangun lebih dari 500 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, dan berbicara expand keluar negeri, Teguk pun sudah memiliki tujuan untuk ke sana. Namun, menurut Najib, Teguk akan fokus terlebih dahulu di dalam negeri.
“SDM yang kuat juga merupakan pondasi dari keberhasilan Teguk, dikarenakan teguk mempunyai training center sendiri, sehingga bisa sustain kedepan dengan inkubasi para tim research minuman agar selalu dapat menciptakan terus kreatifitas minuman yang update di dalam maupun luar negri serta berkreasi sendiri dengan menu andalan sendiri,” sambung Najib.

TEGUK kedepannya akan menjadi role model produk minuman kekinian dalam negri yang dapat dibanggakan khususnya untuk para generasi millennials, bisa cek juga di IG nya @teguk.indonesia. [Adang]

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *