Berperan Sebagai Pegawai Bank, Tujuh Orang Ini Ngaku Bisa Terbitkan Bank Garansi

Semanggi – Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus penipuan penerbitan bank garansi, dengan tujuh tersangka yang diamankan. Para pelaku saat menjalankan aksinya berpura-pura sebagai pegawai bank.

Bank garansi merupakan jaminan pembayaran yang diterbitkan oleh suatu bank kepada pihak penerima jaminan yang bisa berupa perseorangan atau perusahaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dalam kasus ini seorang direktur utama sebuah perusahan berinisial DH ditipu oleh para tersangka pada November 2018. Kerugiannya mencapai Rp 5,5 miliar.

“Korban ditipu saat perusahaannya mendekati pailit (bangkrut),” ujarnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/12/2019) siang.

Yusri mengatakan, para pelaku penipuan ini memiliki peran berbeda-beda. Ada 3 bank yang diklaim para tersangka saat beraksi yaitu Maybank, BCA dan Bank Mandiri.

Tersangka YO dalam kasus ini berperan memperkenalkan korban dengan salah satu tersangka untuk pengurusan penerbitan bank garansi senilai Rp30 miliar.

YO juga menawarkan peminjaman ke bank lain, dengan syarat korban harus menyetor sejumlah uang untuk pengurusan penerbitan bank garansi.

“Karena tertarik, kemudian pada malam harinya ditandatangani perjanjian kerjasama penerbitan bank garansi senilai Rp30 miliar antara tersangka MA dengan korban. Sehubungan dengan perjanjian tersebut dan sesuai permintaan tersangka MA, selanjutnya korban menyerahkan biaya provisi sebesar Rp1,5 miliar,” ucapnya.

Yusri juga menyebut, tersangka lainnya, ASR, yang dikenalkan oleh tersangka YO, juga menawarkan pengurusan surat bank garansi agar korban bisa meminjam sejumlah uang ke bank lain. Korban pun menyetujuinya.

Namun setelah korban menyetorkan sejumlah uang, proses peminjaman dengan total Rp30 miliar tak kunjung terpenuhi. Sadar jadi korban penipuan, ia akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Korban baru mengetahui bahwa seluruh bank garansi yang diterbitkan para tersangka adalah palsu. Oleh karena itu dia langsung melaporkan penipuan itu kepada polisi,” jelas Yusri.

Para tersangka diganjar dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman 4 tahun penjara. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *