Polisi Amankan Pelaku Cabul Pada Pasien Pengobatan Alternatif

Semanggi – Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkapkan pelaku pencabulan yang diduga dilakukan oleh HA (39) terhadap seorang wanita yang meminta bantuan pengobatan alternatif di Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (28/11).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, saat korban melakukan proses pengobatan alternatif yang dilakukan pelaku, korban mengantuk dan merasa terhipnotis.

“Dengan berbagai cara dan teknik, pelaku melakukan pengobatan kepada yang bersangkutan kemudian korban tidak sadarkan diri. Pada saat itu lah pelaku melakukan pencabulan terhadap korban nya,” ujarnya kepada Wartawan di Mapolda Metro, Jumat (20/12/2019) siang.

Yusri mengatakan, saat pelaku melakukan pencabulan, korban tiba-tiba terbangun dan mengetahui ada yang aneh.

“Mengetahui ada sesuatu kejanggalan disalah satu anggota tubuhnya di bagian tertentu, korban sempat berteriak dan meninggalkan praktek pengobatan alternatif,” tuturnya.

Merasa ada keganjilan dalam proses pengobatannya, korban pun melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib .

“Berdasarkan dari laporan dan bukti serta saksi saksi, petugas kemudian menahan pelaku di daerah Bekasi (Jawa Barat) pada hari Senin (16/12),” ucap Yusri.

Sementara Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi menambahkan, pelaku diduga melakukan pencabulan lebih dari satu kali, aksi bejat pelaku disebutkannya baru terungkap saat korbannya yang terakhir menyadari tengah dicabuli.

“Yang bersangkutan (Pelaku) diduga sudah beberapa kali melakukan hal yang sama. Saat terjadi (pencabulan) korbannya tidak sadarkan diri seperti terhipnotis,” sambungnya.

Dari keterangan Pelaku sudah setahun lebih melakukan praktek pengobatan alternatif.

“Memang sudah lama praktek ini, teknisnya mengobati segala macam penyakit dengan cara membacakan doa-doa kepada pasiennya, kemudian menepuk bahu agar korban tertidur,” imbuh Dedy.

Korban sebelumnya mengenal Pelaku dari teman nya karena dianggap dapat melakukan pengobatan alternatif.

“Dia tahu dari temannya (korban) kalau di tempat pelaku bisa ngobatin, alasan Pelaku melakukan pencabulan karena tertarik dengan korban,” ungkap Dedy.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan pengobatan alternatif agar teliti dan cermat memilih praktek pengobatan.

“Mungkin (masyarakat) harus lebih selektif lagi dalam memilih tempat pengobatan alternatif, agar terhindar dari kejadian seperti ini,” tutupnya.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 290 tentang perbuatan cabul dengan ancaman pidananya di atas lima tahun penjara. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *