BNN Sesalkan Sikap Pemprov DKI Memberi Penghargaan ke Diskotek Colosseum

Diskotek Colosseum, Jakarta dan penghargaan Adikarya Wisata yang diterima dari Pemprov DKI Jakarta.
banner 468x60

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyesalkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang memberikan penghargaan Adikarya Wisata kepada Diskotek Colosseum, Jakarta. Pasalnya, BNN pernah mengobok-obok diskotek tersebut dan menemukan penyalahgunaan narkotika.

“Colosseum pernah kita razia dan kita dapatkan penyalahgunaan narkotika di dalamnya. Harusnya tidak diberikan penghargaan dan hasil temuan kita juga mestinya dipakai sebagai penilaian,” cetus Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/12).

Menurutnya, sebuah penghargaan itu wajar diberikan untuk penilaian kegiatan tertentu, seperti penghargaan kebersihan, ketertiban administratif, atau yang memang mutlak bersinggungan langsung dengan kepariwisataan.

Sementara jika di tempat yang akan diganjar penghargaan ditemukan peredaran narkotika, sudah semestinya tempat tersebut tak diberikan penghargaan.

“Narkoba itu jelas sudah merusak. Ini malah diberikan penghargaan. Konyol dan sifatnya jadi kurang begitu mendidik di tengah-tengah masyarakat,” kata Arman.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta seharusnya melakukan rekam jejak terlebih dahulu terhadap tempat hiburan yang dinominasikan untuk mendapat penghargaan. Harus tegas dilihat apakah di dalam tempat hiburan itu terindikasi narkotika atau tidak agar tak menuai kontroversi.

“Kalau sekarang ini malah jadi bikin gaduh atas penghargaan yang diberikan,” sesalnya.

BACA JUGA:

Sekadar mengingatkan, pada September lalu BNNP DKI Jakarta sempat merazia Diskotek 1001 Jakarta atau Colosseum. Dalam razia tersebut, sebanyak 34 pengunjung dinyatakan positif narkotika berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan petugas.

Selain Colloseum, BNNP DKI juga mengobok-obok Diskotek Olimpic di kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, dan Diskotek Paragon di Jl Gajah Mada, Jakarta Barat. Dari ketiga tempat yang diobok-obok itu, nyatanya tak ada yang bersih dari peredaran narkotika.

Bahkan, dalam razia ketika itu BNNP DKI juga mengamankan tiga petugas keamanan dan empat anggota oknum TNI berikut berang bukti 2.274 butir pil ekstasi.

Atas dasar hasil razia ketika itu BNNP DKI akhirnya mengeluarkan rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menutup ketiga tempat hiburan tersebut. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *