Sopir Bentor yang Ditangkap BNN di Medan Punya Peran Multi Tasking Edarkan Narkoba

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari saat memberikan keterangan pers pengungkapan kasus 50 bungkus sabu seberat 60 kg di Medan (kiri) dan tersangka sopir bentor berinisial Zul yang punya peran multi tasking untuk mengedarkan narkotika jenis sabu di Medan (kanan).

Medan – Seorang pria yang berprofesi sebagai sopir becak motor (bentor) berinisial Zul ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jl Pertiwi, Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (10/12) siang lalu.

Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, BNN mendapatkan barang bukti 50 bungkus kemasan teh hijau berisi narkotika jenis sabu seberat 60 kg.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam keterangannya kepada wartawan di kantor BNNP Sumut, Rabu, (11/12) mengatakan, dalam pemeriksaan berhasil diungkap jika tersangka Zul ternyata punya peranan multi tasking untuk mengedarkan narkoba di Medan.

Selain berperan sebagai gudang, Zul juga berperan sebagai transporter, kurir, dan penjual.

“Tersangka Zul menerima pesanan mulai dari partai besar hingga partai kecil. Termasuk menjual secara eceran ke masyarakat,” kata Arman.

“Seluruh aktivitasnya itu dijalankan dengan cara menyamar sebagai sopir bentor untuk mengaburkan perhatian masyarakat,” dia menambahkan.

Dijelaskan Arman lagi, seluruh narkotika jenis sabu yang diedarkan Zul berasal dari Malaysia. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut dengan modus ship to ship (kapal ke kapal) di tengah laut berdasarkan titik temu koordinat yang sudah disepakati.

Setelah barang diterima, selanjutkan barang dibawa ke Tanjung Balai. “Dari situ narkotika kemudian dibawa ke Medan untuk disimpan di gudang dan dikemas ulang,” kata Arman.

BACA JUGA:

Selain menyita 50 bungkus teh hijau berisi sabu seberat 60 kg, dalam pengungkapan ini BNN juga menyita uang tunai sebesar Rp60 juta. Uang yang disita merupakan hasil penjualan sabu secara eceran atau paket hemat ke kawula muda di kampung-kampung.

“Pengungkapan kasus ini jadi bukti kali kesekian Sumatera Utara sebagai provinsi dengan jumlah pengguna narkoba tertinggi nomor dua di Indonesia,” jelas Arman.

“Untuk itu saya sangat berharap masyarakat dan para pejabat daerah di Sumut mau lebih meningkatkan peran dan kepeduliannya untuk membentengi wilayah mereka dari peredaran narkoba. Bukan malah pungli dan korupsi yang gencar ditingkatkan,” sambungnya satir. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *