16 Bodycam Segera Disematkan Pada Seragam Polantas Polda Metro Jaya

banner 468x60

Jakarta – Ditlantas Polda Metro Jaya segera menyiapkan 16 bodycam, bagi anggota Patroli Jalan Raya (PJR) yang bertugas, mulai pekan depan. Alat tersebut ditempelkan pada seragam anggota.

Kasatgas E-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazlulrahman mengatakan, dengan bodycam atau kamera yang terpasang di seragamnya dan merekam semua aktivitasnya, Polisi Lalu Lintas (Polantas) diharapkan bebas dari praktik suap-menyuap, serta bertindak arogan.

Selain itu semua tindak tanduk masyarakat yang melawan petugas juga akan terpantau.

“Saat ini sudah ada 16 unit Bodycam yang tersedia di Ditlantas Polda Metro Jaya. Mulai Minggu depan bodycam ini kita distribusikan,” ujar Arif kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/12/2019).

Sedangkan pada, Jumat (13/12) besok, kata Arif, pihaknya akan melatih Polantas menggunakan bodycam tersebut.

“Intinya pekan depan ada 16 kamera yang akan kita bagikan kepada 7 induk petugas PJR sementara. Yang kita sebar ada 16 ini digunakan petugas PJR. Lalu pada awal tahun ditambah 100,” jelas perwira yang juga menjabat sebagai Kasi STNK.

Bodycam adalah alat perekam sekaligus live streaming yang sudah menjadi kelengkapan pokok Kepolisian di negara maju seperti di Eropa, Singapura dan China.

Arif memastikan bodycam yang dipasang di seragam petugas polantas Polda Metro spesifikasinya nyaris sama dengan yang dipakai polisi di negara maju.

Menurutnya, bodycam tersebut bisa merekam hingga 20 jam. Selain itu dengan bodycam petugas bisa melakukan live streaming yang terhubung dengan petugas yang ada di kantor TMC Polda Metro Jaya.

Kapasitas baterai 8 jam nonstop untuk live streaming, kamera dan infra merah untuk merekam pada malam hari. Di dalamnya ada memori 32 GB itu yang cukup untuk merekam nonstop 20 jam, dan dilengkapi tombol panic button serta GPS.

Untuk jaringan bodycam, lanjut Arif, pihaknya bekerja sama dengan penyedia jasa provider untuk menghadirkan jaringan yang kuat.

Selain itu, kata Arif alat tersebut tidak bisa dimatikan oleh petugas yang ada di lapangan.

“Sebab, kamera itu hanya bisa dinyalakan atau dimatikan oleh petugas di kantor TMC Polda Metro. Jadi kalau teman-teman berpikir bodycam-nya bisa dimatiin ketika ada indikasi petugas mau melakukan hal-hal melawan hukum dan lain-lain sebagainya, itu tidak bisa. Karena kita remote dari jauh,” ucapnya.

Karenanya, petugas di lapangan tidak bisa mengaktifkan dan mematikan bodycam sendiri. “Kalaupun dia matikan itu sebenarnya masih aktif posisinya,” katanya.

Arif menjelaskan hasil rekaman bodycam berupa video HD. Karenanya harga satu unit bodycam antara Rp 13 Juta sampai Rp 15 juta. “Harga kamera ini kurang-lebih Rp 13-15 juta,” kata Arif.

Diharapkan dengan bodycam itu, tugas polantas di lapangan semakin ideal. “Rekaman di bodycam juga sebagai bukti kinerja petugas di lapangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, inovasi tersebut sebelumnya sudah diperkenalkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Gubernur DKI Anies Baswedan serta Forkopimda DKI Jakarta dan undangan lainnya, pada Kamis (5/12) lalu. fry

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *