Terbuka, BNN Musnahkan 82,6 kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Tangkapan September-November 2019

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari (tengah) memperlihatkan barang bukti narkoba yang akan dimusnahkan secara terbuka.

Jakarta – Sebanyak 82,6 kg narkotika jenis sabu dan 107.803 butir pil ekstasi dimusnahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) secara terbuka, pada Senin (9/12).

Seluruh narkotika yang dimusnahkan menggunakan mesin incinerator adalah hasil tangkapan BNN dari enam kasus periode September hingga November 2019.

Mulai dari kasus penyelundupan sabu oleh jaringan Ahyar (Malaysia-Medan) pada Sabtu (28/9) lalu. Dari kasus itu, BNN menangkap tiga tersangka yakni WT alias Ibnu, MR alias Fai, dan AJ alias Wanda. Total 10 ribu gram sabu diamankan dari kasus tersebut.

Kemudian kasus yang melibatkan oknum ASN di lapas kelas IIB Langsa, Aceh, berinisial D dan istrinya berinisial NM yang diciduk pada Senin (7/10) lalu. Dalam kasus ini, BNN menyita 19,528 gram sabu yang disimpan di rumah tersangka di Dusun Petua Amin, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Selanjutnya kasus ketiga berasal dari tangkapan BNN provinsi DKI Jakarta yang meringkus dua tersangka berinisial YW alias Yoyok dan AS alias Jek di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Mereka ditangkap Rabu (23/10) dan mengamankan 14,804 gram sabu dan 27.937 butir ekstasi.

Pada hari yang sama, BNN juga mengamankan 37,735 gram sabu dan 80 ribu butir ekstasi di desa Ulee Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Dalam kasus ini, tiga pelaku yaitu SK alias Son, J alias Jamal dan SA alias Bay ditangkap.

Selanjutnya, di pengungkapan kasus kelima, BNN mengamankan 554,5 gram sabu dari penangkapan seorang wanita berinisial A, pada Selasa (12/11) lalu, sesaat setelah mengambil paket di kantor los Pademangan Timur.

Sabu yang dibawa A berasal dari India. Berdasarkan penyelidikan, A diperintah oleh warga negara Afrika berinisial F untuk mengambil paket tersebut.

Sementara barang bukti dari kasus keenam yang diungkap adalah 106,68 gram sabu di parkiran pesawat terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. Seorang pria berinisial MF juga diamankan dalam pengungkapan ini.

“Pemusnahan barang bukti narkotika sesuai sesuai perintah undang-undang dan sebagai  pertanggungjawaban penanganan kasus narkoba yang disidik BNN,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Senin (9/12) siang.

“Selain itu juga sebagai bentuk  transparansi terhadap penanganan barang bukti,” sambungnya.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, memperlihatkan para tersangka kasus narkoba yang barang buktinya hendak dimusnahkan pihak BNN.

Dikatakan Arman, hingga kini pihaknya juga belum menerima info penurunan narapidana di kapas yang terkait narkoba. Jika pada tahun 2017 ada 22 hingga 29 lapas yang terkait narkoba, pada tahun 2019 ada sekitar 44 lapas yang terkait dengan kasus narkoba.

BACA JUGA:

Di tempat yang sama, anggota komisi III DPR RI, Ichsan Soelistio yang turut menyaksikan kegiatan pemusnahan menyatakan pujiannya terhadap kinerja BNN. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari teknologi yang digunakan oleh BNN dalam pengungkapan kasus-kasus narkoba.

“Apa yang dilakukan oleh BNN harus kita appreciate. Tadi kami juga sempat melihat command center untuk bisa melihat seluruh peredaran atau data-data narkoba yang akan masuk (ke Indonesia),” ujarnya.

Selain disaksikan anggota Komisi III DPR RI, kegiatan pemusnahanan yang berlangsung di gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, ini juga dihadiri pihak pengadilan, kejaksaan, pengacara, penggiat narkoba, serta para tokoh masyarakat. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *