Panglima TNI Pembicara Silatnas Ulama Umaro TNI-Polri, Dihadiri Danrem 071/Wk

Danrem 071/Wijayakusuma Hadiri Silatnas Ulama, Umaro, TNI dan Polri Di Kajen Kab. Pekalongan

Kajen, Pekalongan – Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., hadiri Silaturahmi Nasional Ulama, Umaro, TNI dan Polri, Sabtu (7/12/2019) di Pendopo Pemkab Pekalongan, Kajen, Kab. Pekalongan.

Silatnas Ulama, Umaro, TNI dan Polri yang bertemakan Peran Ulama, Umaro, TNI dan Polri dalam Mempertahankan Empat Pilar Kebangsaan dan Meneguhkan Aswaja, menghadirkan pembicara Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,  bersama Menkopolhukam Prof.Dr.Moh.Mahfud, MD.

Tampak hadir, Maulana Habib Muhammad Luthfi Bun Ali Bin Yahya, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Efendi, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Ahmad Lutfi, Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, Bupati Pekalongan H.Asip Kholibihi, Walikota Pekalongan H.Saelany Mahfud, pejabat TNI, Polri lainnya, para Habaib dan Ulama se Jawa Tengah serta undangan lainnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia adalah negara yang sangat besar, di mana dua per tiga bagian dari Indonesia adalah lautan dan satu per tiga adalah daratan. Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah, mulai dari dasar laut sampai puncak gunung.

“Oleh sebab itu, tugas TNI adalah menjaga stabilitas keamanan dengan melengkapi alat deteksi bekerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan steakholder terkait lainnya untuk mengamankan negara Indonesia yang kaya ini,” ujarnya.

Menurut Hadi, dengan luasnya lautan Indonesia mungkin bangsa tidak tahu apa yang terjadi setiap hari di dua per tiga lautan tersebut. Bisa terjadi pencurian ikan, mengirim barang keluar negeri tanpa izin, serta memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri tanpa izin.

“Terkait hal tersebut kita harus bisa memantau dan menjaga semua kekayaan negara ini,” ucapnya.

Di sisi lain terkait dengan polusi sampah plastik di laut Indonesia, Hadi mengungkapkan, hampir 150 juta ton plastik ada di laut Indonesia, di mana terdapat 8 juta ton plastik setiap tahun.

“Apabila ini berlanjut terus sampai 10 tahun yang akan datang, maka kita akan makan ikan tongkol yang di dalam perutnya ada plastik,” katanya.

Selain itu Hadi menambahkan, salah satu anak muda di Bali berhasil menemukan satu sistem menggantikan plastik dengan menggunakan singkong dan singkong itu berhasil dibuat menjadi tas, hal ini merupakan salah satu bentuk menjaga kelestarian lingkungan.

Apabila tasnya tidak digunakan lagi, dimasukkan ke air akan menjadi luntur atau hancur. “Ini adalah satu bentuk kreatifitas anak bangsa yang bernilai dari kejuangan bela negara untuk bisa menjaga negara ini,” pungkasnya. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *