Irjenad : TMMD Wadah Interaksi Masyarakat dalam Pembangunan Wilayah

banner 468x60

Jakarta – Tidak hanya menguatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) yang rutin diadakan tiap tahun merupakan salah satu upaya TNI mendorong masyarakat untuk turut serta berpartisipasi dan berinteraksi dalam pembangunan wilayah.

Hal tersebut disampaikan Irjenad, Mayjen TNI Suko Pranoto, selaku Pati Koordinator Wasev PJO TMMD saat pimpin rapat evaluasi TMMD TA.2019 di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Muat Lebih

banner 300250

Diungkapkan, sebagaimana tahun lalu, TMMD tahun ini juga dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan mengerahkan 150 Satgas yang tersebar di 34 Provinsi.

“TMMD adalah bentuk sinergitas dari TNI dan Pemda untuk membantu percepatan pembangunan, khususnya untuk mendukung Program Pemerintah dalam membangun Indonesia dari daerah pinggiran,” ujarnya.

“Sedangkan titik berat kegiatan TMMD ini adalah bagaimana realisasi gotong-royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dalam kehidupan masyarakat dihadapkan dengan kemajuan zaman,” imbuh Suko.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Wasev TMMD mempunyai nilai penting yaitu untuk mencapai efektivitas pelaksanaan Program TMMD secara langsung maupun tidak langsung.

“Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan, TNI AD juga mengerahkan 145 Tim Wasev,” tegasnya.

Dengan adanya pengawasan dari Tim Wasev, lanjut Suko, program yang telah dimulai sejak tahun 1980 dapat terukur dan bisa dijadikan sebagai referensi bagi pelaksanaan Program TMMD di masa yang akan datang.

“Hal ini untuk mencegah adanya temuan berulang seperti sasaran yang tidak mempunyai nilai strategis dan tidak melalui Proses _Bottom Up Planning_,” terangnya.

Selain dilakukan Tim Wasev, menurut Suko, kegiatan pengawasan juga melibatkan media secara masif.

“Masyarakat sangat membutuhkan informasi tentang kemajuan pembangunan di seluruh wilayah, maka kegiatan TMMD juga dipublikasikan kepada Pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

“Publikasi yang diberikan meliputi pembangunan fisik dan nonfisik, sehingga masyarakat tahu dan mengetahui kegiatan yang benar-benar didasarkan atas permintaan dan dibutuhkan oleh masyarakat,” tutur Suko.

Secara khusus, lanjutnya, untuk kegiatan nonfisik diarahkan untuk peningkatan kesadaran dan semangat bela negara dihadapkan dengan ancaman Proxy War.

Di akhir sambutannya, Suko berpesan bahwa Program TMMD ini menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif semua pihak untuk mendukung secara optimal program Pemerintah tersebut. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *